PURWOKERTO – Aswin Gantina resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto. Pengukuhan dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, Jumat (6/11/2026).
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banyumas Raya.
Aswin Gantina melanjutkan kepemimpinan Christoveny yang sebelumnya telah berkontribusi dalam berbagai program strategis. Di antaranya pengendalian inflasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, pengelolaan Rupiah, hingga edukasi kebanksentralan.
Pengukuhan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan pemimpin satuan kerja Bank Indonesia yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 28 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Solikin M. Juhro mengatakan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi, peningkatan kapabilitas, sekaligus kesinambungan transformasi kelembagaan Bank Indonesia.
Menurutnya, setiap pemimpin membawa pengalaman dan perspektif baru. Namun, seluruh jajaran tetap memiliki mandat yang sama, yakni menjaga stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Solikin juga menyampaikan tiga arah strategis yang perlu menjadi perhatian KPwBI Purwokerto.
Pertama, memperkuat posisi Bank Indonesia sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan.
Kedua, mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan keterkaitan antarsektor dan antarwilayah. Upaya tersebut mencakup pengembangan UMKM, pariwisata, ekonomi syariah, serta perluasan akses pasar.
Ketiga, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran agar semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Arah kebijakan tersebut dinilai relevan dengan karakter perekonomian Banyumas Raya yang ditopang berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan dan jasa, pertanian, hingga pariwisata.
Pertumbuhan Ekonomi Banyumas Tembus 6,03 Persen
Sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah selama ini turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi kawasan.
Perekonomian Kabupaten Banyumas pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh sebesar 6,03 persen secara tahunan (*year on year/yoy*). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,71 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.
Sementara itu, inflasi Kota Purwokerto pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,00 persen secara tahunan.
Di sektor digitalisasi, perkembangan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga menunjukkan capaian signifikan.
Hingga September 2026, transaksi QRIS di wilayah Banyumas Raya mencapai sekitar 196 juta transaksi dengan nilai kumulatif Rp14,75 triliun. Jumlah pedagang atau *merchant* yang telah menggunakan QRIS mencapai 707.126.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.