PURWOKERTO – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
Peran BI tidak hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga memberikan masukan serta dukungan dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi daerah.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah berjalan selama ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Sadewo.
Menurutnya, kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sejumlah program yang dijalankan di antaranya Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Pasar Murah SARAHSIMAS, peningkatan kapasitas petani, TAKARA MERDAYA, serta penguatan klaster komoditas pangan.
Kerja sama juga dilakukan dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah atau Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Implementasinya antara lain pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan wisata Menara Teratai Purwokerto serta penerapan E-Retribusi di 14 pasar tradisional di Kabupaten Banyumas.
Sadewo berharap, di bawah kepemimpinan Aswin Gantina, BI Purwokerto dapat menghadirkan berbagai program inovatif yang menjawab tantangan perekonomian, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi.
Perkuat UMKM hingga Digitalisasi Pembayaran
Sementara itu, Aswin Gantina berkomitmen melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program strategis Bank Indonesia di wilayah Banyumas Raya.
Fokusnya meliputi penguatan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, peningkatan daya saing UMKM dan sektor riil, serta perluasan digitalisasi sistem pembayaran.
Selain itu, BI Purwokerto juga akan memastikan ketersediaan layanan Rupiah dan memperluas edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah kepada masyarakat.
Ke depan, KPwBI Purwokerto akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah di empat kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, serta seluruh pemangku kepentingan.
Melalui sinergi yang semakin kuat, Banyumas Raya diharapkan mampu membangun perekonomian yang tangguh, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.