BANYUMAS – Kabar baik datang dari Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, Jumat 6 November 2026. Dia sudah mengunci anggaran prioritas kesehatan masyarakat untuk UHC 2027 sebesar Rp 90,6 Miliar.
“Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan keberlanjutan program penjaminan kesehatan bagi masyarakat melalui komitmen anggaran jaminan kesehatan. Kepastian sudah tertuang dalam Berita Acara Pembahasan Penganggaran dan Sinkronisasi Data Kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) Non-Cut Off BPJS Kesehatan Kabupaten Banyumas untuk Tahun Anggaran 2026 dan 2027 yang sudah dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, di Ruang Rapat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas,” kata Sadewo.
Dijelaskannya, Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BKAD Banyumas dan dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, jajaran bidang anggaran BKAD, serta jajaran pimpinan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Purwokerto.
Alokasi Anggaran Utama Tahun 2027
Bupati menegaskan, untuk memastikan pelayanan UHC Non-Cut Off tetap berjalan penuh tanpa hambatan di tahun mendatang, Pemkab Banyumas berkomitmen mengalokasikan anggaran belanja iuran sebesar Rp90.633.460.400 pada APBD Tahun Anggaran 2027.
“Tidak ada pemimpin yang ingin warganya kesulitan mengakses kesehatan. Bismillah, anggaran UHC 2027 tanpa hambatan. Nilainya Rp 90,6 Miliar,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkab Banyumas juga akan membayar tambahan belanja iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja) kelas 3 sebesar Rp3.146.694.600 untuk bulan Desember.
“Anggaran tambahan Rp 3,14 M ini dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2026. Jika masih terdapat kekurangan, maka sisa pembayarannya akan dilunasi pada anggaran tahun 2027,” katanya.