PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus berupaya memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi sivitas akademika dan masyarakat umum. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Uempe Insan Medika dengan PT Teknologi Kinetik Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada penambahan layanan fisioterapi di Klinik Tambaksari UMP dengan mengusung brand Bebas Cedera, acara tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat UMP Kampus 1 pada Selasa (22/09/2026) lalu.
Acara penandatanganan kesepakatan ini disaksikan dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan dari masing-masing instansi. Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Komisaris PT Uempe Insan Medika yang juga BPH UMP Assoc. Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.S.I., Wakil Rektor II UMP Sulistyani Budiningsih, S.P., M.P., Direktur PT Uempe Insan Medika dr. Eko Prapto Widodo, Direktur Utama PT Teknologi Kinetik Indonesia Coach Asep Aziz, dan dr. Agung Santosa dari Bebas Cedera.
Selain itu, hadir pula Kepala Biro Pengembangan Pendapatan Tiara Pandansari, S.E., M.Si., Ak., CA., Kepala BP2K Sulfah Anjarwati, S.T., M.T., Manager Operasional PT AUM Hardiyanto Wibowo, S.E., M.Si., Ak., CA., Penanggung Jawab Klinik Tambaksari UMP dr. Pandu Putra Perdana, serta Ketua Program Studi Ilmu Keolahragaan UMP Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, M.Or.
Badan Pembina Harian (BPH) UMP sekaligus Komisaris PT Uempe Insan Medika, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.S.I., menyambut gembira terlaksananya penandatanganan kesepakatan ini, ia mendoakan agar kerja sama yang terjalin diridhai oleh Allah SWT dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya Dr. Ibnu Hasan mengungkapkan makna keberkahan dari kemitraan ini.
“Berkah itu apa sih? Berkah itu ziyadatul khoir, menambah kebagusan dan terus melahirkan kebaikan. Ziyadatus sa’adah, memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan. Itu hakikat kata berkah, menghasilkan kebaikan dan terus kebaikan, serta membahagiakan orang lain lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Dukungan selanjutnya juga disampaikan oleh Wakil Rektor II UMP, Sulistyani Budiningsih, S.P., M.P. Dalam sambutannya menyatakan bahwa kolaborasi ini sebagai langkah awal yang sangat strategis bagi kedua perusahaan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen bersama setelah dokumen disepakati.
“Tentunya ini menjadi awal strategis bermitra antara kedua belah pihak. Harapannya kerja sama ini ada komitmen dengan tujuan yang sama, tentunya dengan keterbukaan dan sebagainya. Mudah-mudahan kedua belah pihak mendapatkan manfaat dan juga keberkahan,” tutur Sulistyani.
Sementara itu, dari pihak mitra, Direktur Utama PT Teknologi Kinetik Indonesia (Bebas Cedera), Coach Asep Aziz yang merupakan fisioterapis Timnas Indonesia, memaparkan bahwa visi kerja sama ini jauh lebih besar dari sekadar pembukaan klinik fisioterapi.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa ini adalah langkah awal membangun ekosistem layanan sport science dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang terpusat di Purwokerto. Pihaknya yang telah berpengalaman selama 14 tahun mengelola layanan fisioterapi melihat UMP sebagai mitra yang sangat tepat.
“Kami melihat Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tapi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, kami ingin mempertemukan tiga kekuatan utama: dunia akademik, praktik profesional, dan praktik kebutuhan nyata dari masyarakat,” jelas Coach Asep.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa layanan yang akan dihadirkan di Klinik Tambaksari UMP nantinya akan sangat komprehensif.
“Insyaallah nanti ada fisioterapi, yang kedua kita ada sport recovery juga, termasuk nanti juga ada layanan yang terkait dengan tes-tes kebugaran dan kesehatan,” pungkasnya.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, Klinik Tambaksari UMP diharapkan dapat segera mengoperasikan layanan fisioterapi yang profesional, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya akan layanan pemulihan cedera dan kesehatan olahraga. (Rfm/Chy)