PEMALANG, suarabanyumas.co.id – Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menerapkan teknologi mesin huller berkapasitas 250 kilogram per jam pada UMKM Kopi Poskopi Gunung Slamet, Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang. Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha kopi lokal.
Mesin huller yang dipasang dan diuji coba dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNSOED itu mampu meningkatkan kapasitas proses pengupasan kulit kopi secara signifikan. Sebelumnya, mitra hanya mampu mengolah sekitar 5 kilogram kopi per jam dengan metode manual.
Ketua tim pengabdian UNSOED, Anzar Alfat Firdaus, S.Pd., M.E., mengatakan mekanisasi menjadi salah satu solusi atas kendala produksi yang selama ini dihadapi UMKM Kopi Poskopi Gunung Slamet. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi perlu berjalan beriringan dengan pembenahan pengelolaan usaha.
“Penerapan teknologi mesin huller menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi produksi, namun teknologi tersebut perlu didukung dengan kemampuan manajemen usaha yang baik. Oleh karena itu, program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga memperkuat aspek pengelolaan biaya melalui pendampingan penyusunan HPP,” kata Anzar.
Berdasarkan identifikasi awal tim pengabdian, proses hulling secara manual membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk mengolah 50 kilogram kopi kering. Proses tersebut melibatkan tiga tenaga kerja sehingga berdampak pada tingginya biaya tenaga kerja dan terbatasnya kapasitas produksi mitra.
Selain mesin huller, tim UNSOED memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota UMKM terkait pengoperasian serta perawatan mesin. Pendampingan juga mencakup manajemen akuntansi biaya, pembukuan sederhana, dan penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) setelah penerapan mekanisasi.
Anzar menjelaskan, pencatatan biaya produksi menjadi bagian penting karena pelaku UMKM perlu mengetahui secara lebih akurat biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan produk. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan harga jual dan mengambil keputusan terkait pengembangan usaha.
“Dengan mekanisasi, kami ingin mitra tidak hanya memiliki alat produksi baru, tetapi juga mampu menghitung biaya produksinya dengan lebih baik. Jadi, peningkatan kapasitas produksi dapat diikuti dengan pengelolaan usaha yang lebih efisien dan terukur,” ujarnya.
Program bertajuk “Transformasi Manajemen Produksi Berbasis Mekanisasi untuk Peningkatan Daya Saing dan Profitabilitas Usaha Kopi” tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026. Tim terdiri atas Anzar Alfat Firdaus sebagai ketua, bersama Indrawan Firdauzi, S.Pd., M.Sc. dan Fitri Amalinda Harahap, S.E., M.M., dengan melibatkan mahasiswa dan anggota UMKM sebagai mitra kegiatan.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Transfer of Knowledge. Setelah penerapan teknologi dan pelatihan, kegiatan akan dilanjutkan dengan monitoring pemanfaatan mesin, penguatan pencatatan keuangan, serta penyempurnaan perhitungan HPP agar penerapan mekanisasi memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM Kopi Poskopi Gunung Slamet.