PURWOKERTO — Perguruan tinggi terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inovasi produk dan pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dilakukan tim dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Berbasis Smart Economic dan Digital Marketing dalam Peningkatan Kapasitas Produk dan Daya Saing UMKM Autentik Djamoe.”
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM Autentik Djamoe, khususnya dalam mengembangkan produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama mitra tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memperkenalkan dan mempraktikkan penggunaan sejumlah peralatan produksi. Dukungan peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses diversifikasi produk agar pelaku UMKM mampu mengembangkan produk jamu dengan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Peralatan produksi diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja, sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk. Dengan dukungan tersebut, UMKM juga memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan varian produk baru yang memiliki nilai tambah.
Ketua tim pelaksana, Laurensia Claudia Pratomo, S.Pd., M.Pd., mengatakan penguatan UMKM tidak dapat hanya mengandalkan peningkatan kemampuan produksi. Menurut dia, pelaku usaha juga perlu memahami perkembangan pasar dan mampu melakukan inovasi secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap UMKM Autentik Djamoer tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki nilai tambah, dan semakin berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuat strategi pemasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan UMKM. Produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan kemampuan memperkenalkan dan memasarkannya kepada konsumen secara lebih luas.
Karena itu, program pengabdian tersebut turut memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai digital marketing. Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar, membangun identitas merek, serta meningkatkan komunikasi dengan konsumen melalui berbagai platform digital.
Sementara pendekatan smart economic diarahkan untuk mendorong pengelolaan potensi usaha secara lebih efektif dan efisien. Pelaku UMKM didorong agar mampu melihat sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti pengenalan peralatan produksi serta berdiskusi mengenai peluang diversifikasi produk dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam pengembangan UMKM jamu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa sehingga tercipta kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM. Interaksi tersebut diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh mitra.
Program Hibah DRTPM ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi UMKM Autentik Djamoe, program tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas produk. Pengembangan variasi produk juga diharapkan mampu membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya tarik produk jamu di tengah perubahan selera konsumen.
Ke depan, pendampingan berbasis inovasi dan teknologi digital diharapkan dapat memperkuat kemandirian UMKM Autentik Djamoe. Dengan kemampuan mengembangkan produk, mengelola usaha secara efisien, serta memanfaatkan pemasaran digital, UMKM diharapkan tidak sekadar mampu bertahan menghadapi perubahan pasar, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang inovatif, adaptif, dan semakin kompetitif.