Setelah Diperiksa Ber Jam Jam di Mapolresta Banyumas, KPK Bawa Warek Unsoed ke Jakarta 

PURWOKERTO — Suasana di Mapolresta Banyumas, Kamis (20/8/2026), mendadak menjadi perhatian setelah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan pihak luar kampus.

Pemeriksaan berlangsung sejak sekitar pukul 12.30 WIB di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas. Hingga malam hari, proses pemeriksaan masih berlangsung. Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi membenarkan bahwa KPK meminta menggunakan ruangan di Mapolresta Banyumas untuk kepentingan pemeriksaan.

Salah satu pejabat yang terlihat menjalani pemeriksaan adalah Wakil Rektor I Unsoed bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.

Noor Farid beberapa kali keluar dari gedung pemeriksaan. Namun, bukan untuk memberikan keterangan kepada wartawan, melainkan menunaikan ibadah salat berjamaah di masjid yang berada di lingkungan Mapolresta Banyumas.

Ia tercatat mengikuti salat Ashar, Magrib hingga Isya. Saat keluar menuju masjid, Noor Farid didampingi seorang petugas. Setelah selesai salat, ia kembali ke ruang pemeriksaan.

Momen tersebut menjadi perhatian lantaran pemeriksaan berlangsung selama berjam-jam. Meski demikian, dari pantauan di lokasi, Noor Farid terlihat tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan berarti.

Ketika awak media mencoba menanyakan mengenai materi pemeriksaan, Noor Farid tidak memberikan penjelasan. Ia hanya tersenyum ringan sebelum kembali memasuki gedung Satreskrim.

Pemeriksaan kemudian berlangsung hingga malam. Sekitar pukul 22.45 WIB, Wakil Rektor III Unsoed Prof. Dr. Norman Arie Prayogo keluar dari gedung Satreskrim dengan didampingi penyidik KPK.

Norman mengenakan masker, jaket hitam dan peci hitam serta membawa tas kecil. Saat ditanya wartawan, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Mau dilanjutin di Jakarta pertanyaannya,” kata Norman.

Setelah itu, Norman diarahkan penyidik menuju mobil yang telah disiapkan dan kemudian meninggalkan Mapolresta Banyumas.

Tidak hanya Norman. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto, juga turut dibawa ke Jakarta.

Selain dua pejabat Unsoed tersebut, tiga pihak luar kampus juga disebut ikut dibawa. Mereka di antaranya Mulyono alias Nano, Adhi Wiharto, serta satu pihak luar lainnya.

Dengan demikian, terdapat enam orang yang menjalani pemeriksaan dan kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari pantausn, sejumlah orang yang dibawa KP yakni tiiga di antaranya merupakan pejabat Unsoed, sedangkan tiga lainnya berasal dari luar kampus.

Noor Farid menjadi orang terakhir yang meninggalkan Mapolresta Banyumas. Ia baru keluar sekitar pukul 23.45 WIB dengan dikawal penyidik KPK.

Mengenakan batik dan peci hitam serta masker, Noor Farid memilih tidak memberikan komentar ketika sejumlah wartawan kembali meminta keterangannya. Ia langsung menuju mobil yang telah disiapkan untuk membawanya ke Jakarta.

Keluarga Datang, Pakaian Dikirim

Selama pemeriksaan berlangsung, sejumlah keluarga dari pihak yang diperiksa juga terlihat datang ke Mapolresta Banyumas.

Situasi tersebut semakin terlihat ketika para terperiksa meminta anggota keluarga mengirimkan pakaian. Hal itu mengindikasikan bahwa pemeriksaan tidak selesai dalam waktu singkat dan para pihak yang diperiksa harus melanjutkan proses pemeriksaan di Jakarta.

Meski demikian, hingga pemeriksaan di Banyumas berakhir, belum ada keterangan resmi KPK mengenai status hukum keenam orang tersebut maupun perkara yang sedang didalami.

Sejumlah informasi yang beredar menyebut pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed. Nilai yang disebut dalam informasi awal mencapai sekitar Rp700 juta.

Namun, informasi mengenai dugaan suap tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh KPK. Sejumlah media juga mencatat bahwa hingga Kamis malam belum terdapat penjelasan resmi KPK mengenai perkara, konstruksi kasus, maupun status hukum para pihak yang diperiksa.

Karena itu, dugaan mengenai adanya praktik suap dalam penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran tersebut masih perlu menunggu penjelasan resmi dari lembaga antirasuah.

Yang pasti, pemeriksaan di Mapolresta Banyumas menjadi babak awal sebelum keenam orang tersebut dibawa ke Jakarta. Publik kini menunggu penjelasan KPK mengenai perkara yang mendasari tindakan tersebut, termasuk siapa saja yang akan ditetapkan status hukumnya.

Pemeriksaan ini sekaligus menjadi perhatian besar di lingkungan Unsoed, mengingat pihak yang menjalani pemeriksaan merupakan pejabat penting universitas, termasuk Wakil Rektor I bidang Akademik dan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Sementara itu Tim Humas Unsoed Edi Santoso saat dimintai keterangan menyebut, Proses masihh di KPK sepenuhnya. “Kita ga tahu menahu, jd lebih baik nunggu dl. Biar clear dulu, kasus apa, dan posisi orang2 terkait spt apa, ” ujarnya melalui pesan Whatsapp.