PURWOKERTO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas resmi menggelar acara Launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas pada Ahad (9/8/2026) di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), acara ini menjadi tonggak sejarah perluasan akses pendidikan non-formal, khususnya bagi anak putus sekolah dan penyandang disabilitas di wilayah Banyumas.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Rektor 3 UMP Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., Ketua PDM Banyumas Drs. M. Djohar, M.Pd., Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bintang Romadhon, serta Direktur PNFI Kemendikdasmen RI Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T dan tokoh masyarakat setempat.
Sebagai tuan rumah penyelenggara, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyambut baik inisiatif pendidikan inklusif ini. Rektor UMP yang dalam hal ini di wakili oleh Wakil Rektor 3 UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan serta peserta didik baru.
”Kami menyampaikan selamat datang di UMP kepada seluruh tamu undangan. Kami sangat mengapresiasi dan mendoakan agar kegiatan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas pada pagi hari ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si.
Daya tarik utama dari peluncuran ini adalah masifnya skala pergerakan pendidikan yang diusung oleh PDM Banyumas. Ketua PDM Banyumas, Drs. M. Djohar, M.Pd., memaparkan bahwa saat ini telah berdiri 25 PKBM Surya Muhammadiyah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PKBM ini tidak hanya menyasar anak putus sekolah secara reguler, tetapi juga merangkul kelompok disabilitas baik disabilitas mental, fisik, maupun intelektual melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas inklusif.
“Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat, rajin belajar supaya hebat. Kita manfaatkan seluruh aset Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan untuk mendukung pendidikan ini. Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah!” tegas Drs. M. Djohar, M.Pd.
Dukungan terhadap program ini juga disuarakan oleh kalangan legislatif yang hadir. Bintang Romadhon, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PAN Dapil Banyumas-Cilacap, menyoroti rekam jejak panjang persyarikatan dalam mencerdaskan bangsa.
”Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah atas inisiatif luar biasa ini. Sejak sebelum kemerdekaan hingga hari ini, Muhammadiyah telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai organisasi yang fokus dan berdedikasi tinggi pada kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Bintang Romadhon.
Ia menegaskan bahwa langkah PKBM Surya Muhammadiyah dalam merangkul ratusan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan bentuk nyata sinergi masyarakat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Banyumas.
”Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial agar tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan mereka,” tambahnya.
Kehadiran Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., dalam agenda ini mengukuhkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam kapasitasnya, Bupati Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap langkah PDM Banyumas yang turut serta membantu pemerintah dalam menuntaskan angka putus sekolah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banyumas.
”Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat mengapresiasi langkah konkret Muhammadiyah. Kolaborasi melalui PKBM ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikannya,” kata Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M.
Acara peluncuran MPLS ini ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan siswa, termasuk perwakilan dari siswa disabilitas. Dengan beroperasinya puluhan PKBM Surya Muhammadiyah, diharapkan wajah pendidikan di Kabupaten Banyumas akan semakin inklusif, merata, dan berkemajuan. (Rhn/Chy)