Unsoed Dorong Transmisi Budaya Kuntulan Tegal Masuk Sekolah Dasar

TEGAL – Upaya merawat dan melestarikan seni budaya Kuntulan di Kabupaten Tegal, program pengabdian masyarakat LPPM Unsoed Purwokerto bekerjasama dengan Paguyuban Kuntulan Sangaji Tegal melakukan transmisi (penularan) latihan ke Sekolah Dasar.

Transmisi seni budaya diawali dengan focus group discussion antar lembaga, yaitu Unsoed Purwokerto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Paguyuban Kuntulan Sangaji Kabupaten Tegal, dan perwakilan kepala sekolah yang dilaksanakan di Meeting Room Cempaka, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ketua Pengabdi LPPM Unsoed, Musmuallim menyampaikan penularan budaya Kuntulan kepada murid SD dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi inisiasi cara merawat warisan budaya daerah. Bentuk inisiasi ini juga melahirkan kolaborasi antara akademisi, stakeholder, pegiat budaya, dan kalangan pendidikan.

“Pasca diskusi terbatas ini akan dilanjutkan pendampingan selama tiga bulan ke SD yang direkomendasikan oleh pegiat Kuntulan dari Paguyuban Sangaji Kabupaten Tegal,” terangnya.

Koordinator diskusi, Wahyu Adi Primanto menjelaskan memasukkan Kuntulan sebagai ekstrakurikuler di sekolah dasar menjadi hal baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Tegal. Inisiatif ini akan ditindaklanjuti oleh pegiat Kuntulan untuk menggelorakan budaya Kuntulan di sekolah.

“Kuntulan sebagai ekstrakurikuler di sekolah menjadi hal baru di Kabupaten Tegal sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya daerahnya,” pungkasnya.