TANGGUNGJAWAB : Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest, Yoshua Ernest Yonathan (kiri) dan Panitia lainnya Rengga (kanan), saat konferensi pers yang digelar di Purwokerto pada Senin (27/7/2026) malam.
PURWOKERTO – Pihak penyelenggara Drift Speed Fest menyatakan sikap bertanggung jawab penuh atas insiden robohnya tribun VIP pada gelaran Drift Speed Fest di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Minggu (26/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung melalui konferensi pers yang digelar di Purwokerto pada Senin (27/7/2026) malam.
Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest, Yoshua Ernest Yonathan, mengungkapkan rasa penyesalan mendalam sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada para korban beserta keluarga. Pihaknya berjanji akan mengawal secara ketat seluruh tahapan penanganan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga,” kata Yoshua.
Senada dengan Yoshua, panitia lainnya, Rengga, menegaskan bahwa seluruh pengeluaran dan biaya penanganan para korban sepenuhnya ditanggung oleh panitia. Ia menjamin tidak ada satu pun korban yang ditarik biaya medis.
“Semua kebutuhan korban di rumah sakit menjadi tanggung jawab kami. Operasi, obat-obatan, perawatan inap, hingga penanganan pertama semuanya kami tanggung. Kami sama sekali tidak membebankan biaya kepada korban,” tegas Rengga.
Berdasarkan catatan pihak panitia, Rengga menyebutkan bahwa lebih dari 50 korban kini sudah diizinkan kembali ke rumah. Sementara itu, sekitar 40 korban lainnya masih dalam penanganan intensif di beberapa rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas.
Secara terpisah, jajaran Polresta Banyumas terus bergerak mendalami insiden ini. Saat ini, kepolisian telah menginterogasi 13 orang saksi guna mendalami penyebab pasti ambruknya tribun VIP tersebut.