BANYUMAS, suarabanyumas.co.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University Kampus Purwokerto membangun sistem keamanan lingkungan berbasis Closed Circuit Television (CCTV) di RT 07 RW 01 Desa Sidabowa, Kabupaten Banyumas. Program ini tidak hanya menghadirkan perangkat pemantau, tetapi juga membangun tata kelola keamanan yang melibatkan masyarakat sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Program tersebut dipimpin Slamet Indriyanto, S.T., M.T. dengan anggota dosen M. Lukman Leksono, S.Pd., M.Pd. Turut terlibat tiga mahasiswa, yakni Lisiyam Fika Romdoni, Rizki Pradana, dan Maraden Fian. Bersama warga, tim melakukan identifikasi kebutuhan, menentukan titik strategis pemasangan CCTV, hingga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan sistem.
Berbeda dengan pemasangan CCTV pada umumnya, seluruh tahapan program diawali melalui musyawarah bersama warga. Mulai dari penentuan lokasi kamera, penyusunan mekanisme pengelolaan, hingga standar operasional penggunaan CCTV dilakukan secara partisipatif. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sehingga sistem keamanan dapat terus berjalan meski program pengabdian telah selesai.
Ketua Tim PkM Telkom University, Slamet Indriyanto, mengatakan teknologi akan memberikan manfaat optimal apabila dibangun sesuai kebutuhan masyarakat dan dikelola secara bersama.
“Program ini tidak berhenti pada pemasangan CCTV. Yang lebih penting adalah membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri. Dengan demikian, sistem keamanan lingkungan dapat berjalan lebih efektif sekaligus berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pemasangan perangkat, tim juga memberikan pelatihan teknis kepada warga mengenai cara mengakses rekaman CCTV, melakukan perawatan sederhana, hingga memahami etika penggunaan perangkat dan perlindungan privasi. Langkah tersebut menjadi bagian penting agar teknologi benar-benar mendukung keamanan lingkungan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat.
Ketua RT 07 RW 01 Desa Sidabowa, M. Adnan, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Telkom University. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga meningkatkan pengetahuan warga dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Telkom University atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Kehadiran CCTV membuat warga merasa lebih tenang, sementara pelatihan yang diberikan membuat kami memahami cara mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Harapannya, keamanan lingkungan semakin baik dan masyarakat semakin peduli menjaga lingkungan bersama,” katanya.
Program dilaksanakan secara bertahap, mulai dari identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pemasangan perangkat, hingga evaluasi bersama warga. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem keamanan lingkungan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga diperkuat oleh partisipasi aktif masyarakat.
Melalui program ini, Telkom University berharap model pengelolaan CCTV berbasis komunitas dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam memanfaatkan teknologi tepat guna. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat keamanan permukiman sekaligus meningkatkan literasi digital warga dalam mendukung pembangunan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.