Cak Imin Dorong Penguatan Pendidikan NU, Sebut Kemajuan Bangsa Bergantung pada Kualitas Lembaga Pendidikan

BANYUMAS – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), dalam mendorong kemajuan bangsa melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampai Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, saat menghadiri kegiatan Sholawat Kebangsaan, Gelar Budaya, dan Doa untuk Para Pahlawan yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, bertepatan dengan malam 10 Suro.

“Semakin berperan, semakin NU berperan dengan baik, semakin bangsa ini akan sukses membawa kemajuan,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, keberadaan lembaga-lembaga pendidikan dan kesehatan yang dikelola NU merupakan aset penting bagi pembangunan nasional. Ia berharap jumlah rumah sakit, perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta berbagai lembaga pendidikan lainnya yang berada di bawah naungan NU terus bertambah dan meningkat kualitasnya.

“Kalau NU rumah sakitnya tambah banyak, perguruan tingginya tambah banyak, SMK-SMK-nya tambah bermutu, tentu akan semakin besar kontribusinya bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan sekolah-sekolah NU di daerah. Ia berharap lembaga pendidikan yang berada di Kecamatan Cilongok dapat berkembang menjadi sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berkualitas.

“Saya kalau melihat SMP dan SMK NU yang maju itu masih bisa dihitung. Mudah-mudahan yang di Cilongok ini maju, maju ya. Insya Allah maju semua,” tuturnya yang disambut antusias para peserta.

Sekolah Swasta Harus Mendapat Dukungan Pemerintah

Cak Imin menilai sekolah-sekolah swasta memiliki peran strategis dalam membantu negara memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan dukungan dan subsidi yang memadai agar lembaga pendidikan swasta dapat berkembang secara optimal.

Menurutnya, ketika sekolah-sekolah swasta semakin kuat dan berkualitas, maka tugas pemerintah menjadi lebih ringan karena tinggal memberikan bantuan terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh lembaga pendidikan tersebut.

“Maka tugas pemerintah tinggal membantu, memberikan subsidi terhadap semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga pendidikan. Pemerintah harus hadir mendukung mereka,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan masyarakat merupakan kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Doakan Generasi Muda Menjadi Anak Saleh dan Sukses

Menutup sambutannya, Cak Imin mengajak seluruh hadirin untuk terus bersyukur dan berdoa agar diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan generasi muda agar tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, sukses dalam kehidupan, berbakti kepada orang tua, serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Mari kita berdoa, mudah-mudahan anak-anak kita diberi kesehatan oleh Allah, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, menjadi anak-anak yang benar-benar sukses, berbakti kepada kedua orang tua, berbakti kepada nusa dan bangsa, serta mendapatkan syafaat Rasulullah,” ucapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen PKB dan NU dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, yang dinilai menjadi fondasi utama bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Ziarah Makam Margono Djojohadikusumo

Pengurus DPC PKB Banyumas Woro Sulistio menyampaikan bahwa Banyumas memiliki banyak tokoh besar yang telah memberikan kontribusi penting bagi bangsa dan negara. Menurutnya, sejarah perjuangan para ulama dan pahlawan tersebut perlu terus dikenang oleh generasi muda agar semangat pengabdian kepada bangsa tidak luntur oleh perkembangan zaman.

“Kita memiliki banyak tokoh yang lahir dari Banyumas dan telah mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan negara. Mereka adalah teladan yang harus terus kita kenang dan warisi semangat perjuangannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Woro Sulistio mengulas sejumlah tokoh nasional asal Banyumas yang telah diakui sebagai pahlawan bangsa.

Salah satunya adalah KH Saifuddin Zuhri, tokoh ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang lahir di Sokaraja, Banyumas. KH Saifuddin Zuhri dikenal sebagai mantan Komandan Laskar Hizbullah Jawa Tengah, Sekretaris Jenderal PBNU, serta Menteri Agama Republik Indonesia pada era Presiden Soekarno dalam Kabinet Kerja dan Kabinet Dwikora. Namanya kini diabadikan menjadi nama perguruan tinggi keagamaan negeri di Purwokerto, yakni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Tokoh berikutnya adalah Jenderal Soedirman yang lahir di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, namun memiliki ikatan sejarah kuat dengan Banyumas. Panglima Besar TNI pertama tersebut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, rombongan juga mengenang jasa Margono Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional yang lahir di Banyumas pada 16 Mei 1894. Margono dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia . Ia juga merupakan ayah dari ekonom terkemuka Sumitro Djojohadikusumo serta kakek Presiden Republik Indonesia saat ini, Prabowo Subianto.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Cak Imin juga melakukan ziarah ke makam Margono Djojohadikusumo yang berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para tokoh yang telah meletakkan fondasi penting bagi pembangunan bangsa.