BANYUMAS – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global, perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, saat menghadiri kegiatan Sholawat Kebangsaan, Gelar Budaya, dan Doa untuk Para Pahlawan yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, bertepatan dengan malam 10 Suro.
Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat kembali bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta kader PKB dari Banyumas dan Cilacap. Ia mengaku sudah cukup lama tidak berkunjung ke Banyumas dan merasa terharu bisa kembali bertemu banyak sahabat lama.
“Saya sungguh sangat berbahagia dan bersyukur bisa hadir bersama-sama di Banyumas. Selain bisa bersilaturahmi dengan para kiai dan ulama, saya juga bisa bertemu kembali dengan banyak sahabat lama,” ujarnya.
Pendidikan Vokasi Harus Diperkuat
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pendidikan vokasi, terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ia mengapresiasi keberadaan SMK Ma’arif di wilayah Banyumas yang dinilainya memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga kerja berkualitas.
Menurutnya, Indonesia harus mulai meningkatkan kualitas tenaga kerja yang bekerja di luar negeri dengan mendorong lulusan minimal SMA dan SMK agar memiliki keterampilan yang memadai serta memperoleh penghasilan yang lebih baik.
“Saya tidak ingin lagi pekerja Indonesia yang berangkat ke luar negeri memiliki pendidikan di bawah SMA atau SMK. Kalau bisa minimal SMA atau SMK sehingga gajinya lebih baik, pengalamannya lebih banyak, dan ketika pulang dapat meningkatkan kualitas dirinya maupun daerahnya,” kata Cak Imin.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepat sehingga kemampuan yang dimiliki seseorang harus terus diperbarui.
“Kalau dulu peningkatan kemampuan bisa dilakukan setiap satu tahun sekali, sekarang maksimal tiga bulan harus diperbarui karena perkembangan keahlian dan teknologi bergerak sangat cepat,” ujarnya.
Tantangan Ekonomi Global
Cak Imin mengakui bahwa kondisi ekonomi global saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Karena itu, masyarakat harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing, serta membangun semangat kerja keras.
Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain bekerja secara serius dan disiplin sambil tetap memperkuat spiritualitas melalui doa dan sholawat.
“Semua keadaan berubah dengan sangat cepat. Kita harus mampu menyesuaikan diri, baik dari sisi manajemen, cara kerja, kualitas, maupun keberanian berkompetisi. Tidak ada jalan lain selain kerja keras dan kolaborasi,” tegasnya.
Bonus Demografi Harus Dimanfaatkan
Cak Imin juga menyoroti besarnya jumlah generasi muda Indonesia yang menjadi bonus demografi. Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi kekuatan besar apabila dibarengi dengan pendidikan yang baik, disiplin, dan kesiapan menghadapi persaingan global.
Ia mengajak kalangan muda, khususnya warga Nahdlatul Ulama dan keluarga pesantren, untuk memperkuat kapasitas diri, meningkatkan keterampilan, serta menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai modal menghadapi masa depan.
“Kaum muda harus menyadari bahwa mereka sedang menghadapi suasana kompetitif yang multidimensi. Karena itu perlu persiapan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan fondasi keagamaan yang kokoh,” katanya.
Banyumas Dinilai Memiliki Modal Spiritual Kuat
Dalam pidatonya, Cak Imin memuji Banyumas sebagai daerah yang memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat. Menurutnya, mayoritas masyarakat Banyumas memiliki tradisi keagamaan yang baik sehingga mampu menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia optimistis Banyumas akan terus berkembang apabila seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama mampu memperkuat sinergi.
“Dengan modal keagamaan yang kuat, produktivitas akan meningkat dan kita memiliki nilai lebih dibanding bangsa-bangsa lain. Banyumas memiliki potensi besar untuk terus maju dan melahirkan generasi muda yang tangguh,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pemberdayaan
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin menjelaskan bahwa dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengoordinasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, paradigma pemberdayaan saat ini telah berubah. Pemerintah tidak lagi bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks.
Ia menilai keberadaan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, termasuk pesantren dan lembaga pendidikan swasta, memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional.
“Sudah tidak ada lagi sekat yang tegas antara pekerjaan pemerintah dan non-pemerintah. Semua harus berkolaborasi. Tidak ada jalan lain kecuali kerja bersama untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Cak Imin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, serta menjadikan sholawat dan doa sebagai kekuatan moral dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Semoga sholawat yang kita panjatkan malam ini menjadi jalan dibukanya berbagai kemudahan, solusi atas persoalan masyarakat, serta membawa kemajuan bagi Banyumas, Cilacap, dan Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.