Banyumas Resmi Terapkan QRIS Parkir Menara Teratai dan E-Retribusi di 14 Pasar Rakyat

PURWOKERTO – Transformasi digital di Kabupaten Banyumas memasuki babak baru. Dalam momentum pembukaan Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026, Bank Indonesia Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi meluncurkan sistem pembayaran parkir berbasis QRIS di kawasan Menara Teratai serta implementasi E-Retribusi Pasar Rakyat pada 14 pasar tradisional di Banyumas.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan modern.

Melalui sistem baru tersebut, pembayaran parkir di kawasan Menara Teratai kini dapat dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS melalui dua mekanisme, yakni QRIS statis dan QRIS dinamis.

Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan transaksi parkir di salah satu ikon wisata perkotaan Banyumas tersebut.

Selain layanan parkir digital, transformasi juga menyasar sektor perdagangan rakyat melalui penerapan E-Retribusi Pasar Rakyat di 14 pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Banyumas.

Pasar-pasar tersebut meliputi Pasar Manis, Pasar Sokaraja, Pasar Larangan, Pasar Pon, Pasar Purwanegara, Pasar Cikebrok, Pasar Proliman, Pasar Ajibarang, Pasar Wangon, Pasar Wage, Pasar Sumpiuh, Pasar Banyumas, Pasar Pratistha Harsa, dan Pasar Cilongok.

Dengan sistem digital ini, para pedagang dapat membayar retribusi melalui berbagai kanal pembayaran elektronik seperti QRIS, kode pembayaran, Mobile Point of Sales (MPos), dan metode pembayaran non-tunai lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menegaskan digitalisasi menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat perekonomian daerah di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke sistem digital.

Implementasi QRIS dan E-Retribusi diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperluas inklusi keuangan dan memperkuat tata kelola pendapatan daerah.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, digitalisasi layanan publik merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

“Elektronifikasi transaksi ekonomi daerah merupakan kebutuhan yang harus terus diperluas agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Tak hanya digitalisasi transaksi, KKS x Banyumas Digifest 2026 juga menghadirkan berbagai agenda unggulan yang mendukung pengembangan ekonomi digital, di antaranya QRIS Purwokerto Run, Purwokerto Mini Hackathon, Talkshow DigiTalk, Latte Art Competition x Talkshow Cangkir Barista, Final Duta Pelindungan Konsumen (PeKA) 2026, dan Final Duta Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026.

Selain itu, tersedia pula berbagai side event seperti business matching pembiayaan UMKM, donor darah, booth edukasi, layanan pembayaran dan informasi pajak, produk pangan murah, hingga program wakaf buku yang melibatkan masyarakat luas.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari penggunaan QRIS di berbagai tenant UMKM dan layanan publik selama penyelenggaraan acara. Pengunjung tidak hanya berbelanja produk lokal, tetapi juga memanfaatkan transaksi digital yang lebih praktis dan cepat.

Keberhasilan implementasi QRIS dan E-Retribusi ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi digital daerah yang dapat memperkuat daya saing Banyumas Raya sekaligus mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.