Kadindik Banyumas Minta Maaf atas Keluhan Warga Terkait Jalan Sehat Hardiknas

PURWOKERTO – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T., menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kelurahan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan, yang terdampak pelaksanaan jalan sehat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Sabtu (23/5/2026).

Permintaan maaf itu disampaikan menyusul munculnya keluhan warga dan pengguna jalan terkait kemacetan, parkir kendaraan, serta minimnya sosialisasi sebelum kegiatan berlangsung.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas atas pelaksanaan jalan sehat,” ujar Widodo kepada wartawan NasionalNews.

Ia mengakui penyelenggaraan kegiatan belum berjalan optimal, khususnya dalam aspek koordinasi dengan lingkungan sekitar. Ke depan, pihaknya berjanji melakukan evaluasi agar agenda publik serupa lebih tertib dan komunikatif.

“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan lingkungan dan lebih cermat lagi ketika melaksanakan kegiatan di kantor kami,” katanya.

Sebelumnya, kegiatan jalan sehat Hardiknas yang dihadiri Wakil Bupati Banyumas itu menuai protes dari sejumlah warga sekitar maupun pengguna jalan. Mereka menilai pemerintah kurang melibatkan masyarakat dalam persiapan acara yang menghadirkan keramaian massa dan berdampak pada aktivitas lingkungan.

Salah satu warga, Djoko Susanto, mengaku kecewa karena warga sekitar tidak mendapat pemberitahuan memadai meski kegiatan dinilai telah direncanakan jauh hari.

“Saya bukan mempermasalahkan acaranya. Sebagai warga, kami tentu mendukung kegiatan pemerintah. Tetapi seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Warga RT 02 RW 06 Kelurahan Purwokerto Kulon itu menilai keterlibatan masyarakat penting untuk membantu pengamanan lingkungan sekaligus mengantisipasi persoalan lalu lintas dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan yang mengaku kesulitan melintas akibat kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara. Mereka menilai pengaturan parkir dan rekayasa lalu lintas belum berjalan maksimal.

Permintaan maaf dari Kepala Dinas Pendidikan dinilai menjadi respons awal atas kritik masyarakat. Namun warga berharap evaluasi tidak berhenti pada pernyataan, melainkan diwujudkan melalui pola komunikasi yang lebih terbuka dan pelibatan lingkungan dalam setiap agenda publik pemerintah daerah.