Rembug Ageng II Ikatan Alumni SMA 1 Purwokerto: Satukan Alumni dari Berbagai Angkatan, Kuatkan Ikatan Sambil Lestarikan Budaya Banyumasan

PURWOKERTO – Ribuan alumni SMA 1 Purwokerto (Mansa) kembali berkumpul dalam Rembug Ageng II untuk memilih Ketua Umum Ikatan Alumni sekaligus memperkuat tali persaudaraan. Acara yang digelar empat tahun sekali ini tak hanya soal pemilihan, tapi juga menjadi momentum pelestarian budaya Banyumasan di kalangan generasi muda.

Ketua Panitia Rembug Ageng II, Mikhael Anton Hanibal, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan berbagai nuansa budaya lokal. “Kami memperkenalkan budaya Banyumasan ke generasi muda. Makanya ada bekalan, lengger, dan kami imbau peserta memakai pakaian adat. Ini supaya SMA 1 Purwokerto berbeda dari yang lain, kami ingin terus melestarikan budaya,” ujarnya.

Pemilihan Ketum Penuh Dinamika

Rembug Ageng sendiri menjadi ajang pemilihan Ketua Umum IKAS Mansa. Sebanyak 10 kandidat bersaing ketat memperebutkan kursi pimpinan. Delegasi dari 62 angkatan (dari total 67 angkatan) hadir, sehingga partisipasi mencapai 92,5 persen.

Meski dinamikanya cukup keras karena ambisi para kandidat dan tim suksesnya, Mikhael menegaskan semangat demokrasi tetap terjaga. “Kami tetap dewasa dan berdemokrasi. Setiap angkatan maksimal mengirim tiga wakil,” tambahnya.

Selain pemilihan, suguhan seni Begalan dan penampilan budaya Banyumas turut memeriahkan acara, memperkuat semangat kebersamaan antarangkatan.

Visi Calon Ketum: Jembatan Senior-Junior dan Dana Abadi

Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Profesor Dr. Insinyur Norman Ariprayogo SBY MSI. Ia menekankan pentingnya membangun tiga “jembatan” utama:

Jembatan antar generasi — Menghubungkan kakak angkatan dengan adik-adik yang baru lulus agar lebih mudah melanjutkan studi dan pengembangan karir.

Jembatan sosial — Menggelar kegiatan kebersamaan yang melibatkan seluruh angkatan senior dan junior.

Jembatan rumah alumni — Menjadikan IKAS Mansa sebagai “rumah kedua” yang selalu dirindukan saat pulang ke Purwokerto.

“Misiku adalah membangun kembali jaringan dengan senior, membimbing junior agar meraih masa depan lebih baik, serta menjadikan IKAS Mansa sebagai rumah,” paparnya.