Wisata Curug Lereng Selatan Gunung Slamet Lumpuh, Banjir Bandang Tinggalkan Lumpur dan Kayu 

BANYUMAS— Deru air dari hulu Gunung Slamet yang biasanya menjadi daya tarik wisata, akhir pekan ini justru berubah menjadi ancaman. Cuaca ekstrem memicu banjir bandang di sejumlah sungai lereng selatan, membuat destinasi wisata air andalan Banyumas terpaksa menutup pintu. Telaga yang lazimnya bening kini tertutup lumpur cokelat pekat, sementara potongan kayu dan material tanah menghambat akses menuju lokasi.

Manager Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis, Farachin, mengatakan banjir membawa dampak signifikan pada kontur dan kedalaman kolam alami. “Kolam-kolam yang tadinya dalam sekarang dangkal karena tertimbun material banjir. Air masih sangat keruh dan berisiko bagi pengunjung,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Sebagai langkah mitigasi, pengelola menghentikan sementara operasional di sejumlah objek wisata yang berada di bawah naungan Palawi, di antaranya Telaga Sunyi, Curug Tirta Sela, Curug Gomblang, dan Curug Cipendok. Penutupan dilakukan hingga proses pembersihan rampung dan kondisi dinyatakan aman.

“Saat ini fokus utama kami keselamatan. Intensitas hujan di puncak Gunung Slamet sangat tinggi, membuat arus di hilir tidak terkendali,” kata Farachin saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026). Ia memperkirakan pemulihan memerlukan waktu dua pekan hingga satu bulan, bergantung pada cuaca dan volume material yang harus dibersihkan.

Dampak serupa juga dirasakan Damar Payung Adventure, destinasi body rafting dan tubing di Sungai Pelus. Pengelola, Parno, menyebut banjir meninggalkan lumpur tebal dan potongan kayu di lintasan. “Air masih keruh, belum kondusif. Kami bersihkan dulu sebelum dibuka lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, **BPBD Kabupaten Banyumas** mencatat sedikitnya **15 kejadian bencana** yang seluruhnya dipicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Kepala Pelaksana BPBD, Dwi Irawan, mengatakan peristiwa berupa angin kencang hingga puting beliung menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan infrastruktur di **sembilan kecamatan**.

“Total ada 15 kejadian, semuanya cuaca ekstrem,” kata Dwi. BPBD telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan lebat dan angin kencang masih tinggi di wilayah Banyumas.

Bagi pelaku wisata dan warga sekitar, harapannya satu: cuaca segera bersahabat, agar denyut ekonomi dari aliran air lereng Slamet bisa kembali mengalir—tanpa ancaman.