PKBM Argowilis Sokawera Jalani Akreditasi, Mantapkan Langkah Menuju Layanan Pendidikan Berkualitas

BANYUMAS – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Argowilis yang berlokasi di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menjalani proses akreditasi lembaga pendidikan non-formal pada 6–7 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu, profesionalitas, dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan alternatif di pedesaan.

Proses akreditasi dilakukan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF), yang menilai berbagai aspek kelembagaan, mulai dari manajemen, kurikulum, sarana-prasarana, hingga kinerja tenaga pendidik serta dampak layanan terhadap masyarakat.

Ketua Yayasan Argowilis, Mukhammad Toha, menyebutkan bahwa akreditasi menjadi momentum penting bagi PKBM Argowilis untuk semakin memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap akreditasi ini berdampak pada meningkatnya layanan PKBM kepada masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan, baik dari sisi akademik maupun pengembangan *life skill*. PKBM harus menjadi tempat belajar yang hidup, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat desa,” ujar Toha, Kamis (7/11/2025).

Menurutnya, PKBM Argowilis telah berperan aktif sejak tahun 2006 sebagai wadah pembelajaran masyarakat yang terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C), pelatihan keterampilan, hingga kegiatan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bisa meningkatkan taraf ekonomi dan sosial mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PKBM Yayasan Argowilis, Isrodin, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian akreditasi dapat berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada pengurus yayasan, tutor, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan doa, pikiran, dan tenaga. Apapun hasilnya nanti, kami telah melalui proses yang berharga,” ungkap Isrodin.

Ia menegaskan bahwa proses akreditasi bukan akhir, melainkan awal dari langkah panjang pembenahan berkelanjutan.

“Mari kita terus berbenah, karena pekerjaan rumah kita masih banyak. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah di PKBM Argowilis,” imbuhnya penuh harap.

Dalam proses akreditasi tersebut, para asesor juga melakukan observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar, meninjau dokumen administrasi lembaga, serta berdialog dengan peserta didik. Salah satu peserta didik program Paket C, Sulastri (34), mengaku bangga menjadi bagian dari PKBM Argowilis.

“Saya dulu putus sekolah karena ekonomi keluarga, tapi di PKBM ini saya bisa belajar lagi sambil tetap bekerja. Tutornya sabar, dan suasana belajarnya sangat kekeluargaan,” katanya.

PKBM Argowilis juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kewirausahaan masyarakat. Beberapa program unggulannya antara lain pelatihan keterampilan menjahit, pengolahan hasil pertanian, serta literasi digital bagi warga desa.

Dengan pelaksanaan akreditasi ini, PKBM Argowilis berharap dapat memperkuat posisi sebagai lembaga pendidikan non-formal yang bermutu, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, sejalan dengan semangat pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).

“Kami ingin PKBM Argowilis menjadi pusat tumbuhnya masyarakat pembelajar di pedesaan, tempat siapa pun bisa menemukan kembali harapan melalui pendidikan,” tutup Isrodin.