Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Mahasiswa KKN UIN SAIZU Kawal Data Kemiskinan dan Dampingi UMKM hingga Bersertifikat Halal

PURWOKERTO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026 untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal akurasi data kemiskinan, mengembangkan potensi desa, hingga memperkuat daya saing pelaku UMKM. Pesan itu disampaikannya saat berdialog langsung dengan mahasiswa pada acara pelepasan Program KKN Berdampak UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Rabu 15 Juli 2026.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Taj Yasin menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di desa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ujung tombak pembangunan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mendukung berbagai program pembangunan melalui kegiatan KKN.

“Kami sudah bekerja sama dengan kampus-kampus. Mahasiswa yang melakukan KKN ini menjadi bagian dari pendampingan masyarakat. Ide-ide yang disampaikan mahasiswa, termasuk mengenai data kemiskinan, sangat penting untuk dikawal,” ujar Taj Yasin.

Ia mengatakan, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian pemerintah adalah validitas data kemiskinan. Melalui keberadaan mahasiswa di lapangan, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat.

“Dengan adanya KKN ini kami akan lebih tahu apakah data-data tersebut sudah benar atau belum. Ini akan sangat membantu pemerintah bersama Dinas Dukcapil maupun pemerintah daerah,” katanya.

Program Mahasiswa Harus Berkelanjutan

Wagub menekankan, berbagai hasil kajian dan inovasi mahasiswa tidak boleh berhenti setelah masa KKN selesai. Pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, akan berupaya melanjutkan program-program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai ide-ide brilian dari mahasiswa berhenti ketika mereka pulang. Harus ada keberlanjutan dan tindak lanjut. Pemerintah siap mengambil peran dalam pendampingan,” tegasnya.

Pendampingan tersebut, lanjutnya, dapat berupa fasilitasi dari pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai kebutuhan di lapangan.

UMKM Didorong Naik Kelas

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan sektor UMKM di desa. Ia meminta mahasiswa membantu mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari legalitas, pemasaran, hingga inovasi produk.

“UMKM harus dipastikan bagaimana sertifikat halalnya, bagaimana pemasarannya, apakah masih membutuhkan pendampingan. Itu yang harus kita dampingi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menggali potensi lokal yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.

Ia mencontohkan komoditas petai yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah.

“Kalau selama ini hanya dijual petainya saja, kenapa tidak diolah menjadi keripik petai atau produk lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi? Setelah produknya bagus, kita bantu lagi dari sisi kemasan, pemasaran hingga sertifikasi halal,” katanya.

Sertifikasi Halal Gratis

Taj Yasin memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan dukungan kepada UMKM melalui program fasilitasi sertifikasi halal secara gratis.

“Di Jawa Tengah masih banyak sertifikasi halal UMKM yang difasilitasi, baik melalui BPJPH Jawa Tengah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Insya Allah digratiskan,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta mahasiswa KKN turut mendampingi pelaku UMKM agar memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga produk mereka semakin memiliki daya saing.

Mahasiswa Diminta Dorong Kesehatan dan Kerukunan

Selain bidang ekonomi, Taj Yasin juga berharap mahasiswa memberikan perhatian terhadap persoalan kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan dan kerukunan sosial.

Ia mengingatkan mahasiswa UIN SAIZU membawa identitas perguruan tinggi berbasis keislaman yang harus mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

“Adik-adik membawa nama UIN dan kampus masing-masing. Harus benar-benar berdampak. Bagaimana masyarakat meningkat dalam menjalankan ibadahnya, semakin taat, semakin rukun, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya membangun ekosistem wisata halal, mulai dari kebersihan fasilitas umum hingga ketersediaan makanan halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Pemprov Siap Dampingi Mahasiswa

Menutup dialognya, Taj Yasin mengajak mahasiswa untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah apabila menemui kendala selama menjalankan KKN.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mempercepat pembangunan Jawa Tengah.

“Kalau ada apa-apa di lapangan, jangan sungkan menghubungi kami. Saya yakin adik-adik paham media sosial. Insya Allah kami akan merespons apabila ada kendala yang membutuhkan bantuan pemerintah,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan KKN Berdampak 2026 mampu menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Selamat menjalankan tugas. Semoga KKN adik-adik benar-benar membawa dampak dan nilai yang baik, baik bagi masyarakat maupun bagi diri adik-adik sendiri. Mari kita berkolaborasi membangun Jawa Tengah,” pungkas Taj Yasin.