PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat kontribusinya bagi masyarakat. Dua program strategis disiapkan, yakni University Award atau UMP Award dan Purwokerto Village Run.
Kedua program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat eksistensi UMP, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan masyarakat, mengangkat potensi lokal, serta memperkenalkan Purwokerto secara lebih luas.
Rektor UMP Prof. Jebul Suroso mengungkapkan, University Award akan menjadi ruang apresiasi bagi tokoh-tokoh yang selama ini memberikan sumbangsih nyata di berbagai bidang.
“Semangat kita adalah memberi apresiasi, kedua yakni memunculkan para tokoh yang selama ini sudah memberikan kiprah untuk masyarakat,” ungkap Jebul, Jumat (15/8/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut akan diberikan kepada tokoh yang memiliki kontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan, sosial, budaya hingga bidang-bidang baru yang berkaitan dengan riset dan inovasi.
UMP juga membuka ruang kolaborasi dengan media dalam pelaksanaan program tersebut. Media diharapkan tidak hanya berperan dalam publikasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari panitia serta memberikan usulan dan masukan terkait tokoh maupun bidang yang layak mendapatkan apresiasi.
Jebul menilai, pengakuan terhadap kiprah para tokoh penting untuk memberikan motivasi kepada masyarakat luas. Ketika kontribusi mereka diangkat dan diperkenalkan kepada publik, diharapkan semakin banyak pihak terdorong untuk melakukan hal serupa.
“Selain itu UMP juga ingin memberikan motivasi pada semua pihak. Jika para tokoh diangkat kiprahnya tentu ini juga semakin mendekatkan dengan UMP,” katanya.
Angkat Potensi Purwokerto
Selain University Award, UMP juga menyiapkan program Purwokerto Village Run. Program ini dirancang untuk mengangkat berbagai keunggulan Purwokerto, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, lingkungan hingga karakter dan nilai khas daerah.

Jebul mengatakan, program tersebut sengaja menggunakan nama Purwokerto untuk menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan UMP juga diarahkan untuk mempromosikan daerah.
“Kita bisa saja menamai UMP Village Run, tapi kita angkat Purwokertonya. Program ini sekaligus meneguhkan bahwa UMP sebagai kampus wisata,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, UMP berharap Purwokerto semakin dikenal sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga dunia pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Purwokerto Village Run nantinya tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga. Ada pesan yang ingin dibangun, terutama mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Desa-desa yang menjadi bagian dari rute kegiatan diharapkan memiliki lingkungan yang bersih dan indah. Keberadaan sungai juga menjadi bagian penting dari konsep tersebut, sehingga sungai yang dilalui maupun berada di sekitar kawasan kegiatan diharapkan tetap terjaga kebersihan dan kejernihannya.
“Tentu ini butuh sentuhan dan desain, namun demikian tetap berbasis pada potensi lokal, memiliki ciri khas dan keunikan,” jelas Jebul.
Desa Tidak Cukup Hanya Alami
Menurut Jebul, pengembangan desa sebagai bagian dari program tersebut membutuhkan proses panjang. Potensi alami yang dimiliki desa perlu ditata dan dikemas tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Ia menyebut, Purwokerto Village Run merupakan proyek besar yang membutuhkan persiapan matang. Konsep tersebut tidak sekadar menghadirkan kegiatan lari, tetapi juga membangun ekosistem wisata berbasis potensi lokal.
“Ini adalah project besar dan panjang, karena butuh persiapan-persiapan. Desa memang alami, namun tetap harus didesain agar nilai alami itu bisa lebih maksimal,” terangnya.
Dengan konsep tersebut, UMP ingin mendorong desa-desa agar mampu mengoptimalkan keunggulan masing-masing. Potensi alam, budaya, kuliner, lingkungan maupun kearifan lokal dapat menjadi daya tarik yang saling terhubung.
Jebul juga mengajak awak media untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut. Menurutnya, inovasi yang dilakukan UMP akan lebih kuat jika menjadi semangat bersama untuk memperkenalkan Purwokerto kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap inovasi ini menjadi semangat bersama agar Purwokerto semakin terkenal dan masyhur,” katanya.
Ia menambahkan, semakin dikenal Purwokerto dan semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, UMP sebagai institusi pendidikan yang berada di Purwokerto juga akan semakin dikenal.
Keuntungan tersebut, kata dia, dapat menciptakan efek berantai. Pertumbuhan kunjungan wisata dapat mendorong aktivitas ekonomi warga, sementara meningkatnya daya tarik daerah juga berpotensi memperkuat sektor pendidikan.
“Kalau Purwokerto makin terkenal, makin banyak pengunjung, maka UMP sebagai poros utama inovasi juga semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi dengan media juga dinilai penting karena pertumbuhan ekonomi daerah bukan hanya menjadi kepentingan pemerintah maupun kampus. Media, pelaku usaha, masyarakat desa dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga dapat ikut menikmati dampak positif dari semakin berkembangnya Purwokerto.
Dengan University Award dan Purwokerto Village Run, UMP mencoba menegaskan peran kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, apresiasi, promosi potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.