BANYUMAS – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Banggakerti Nusantara di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, resmi melaksanakan serah terima Surat Keputusan (SK) pengurus dan tenaga pengajar untuk periode 2026–2029. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen lembaga dalam membangun pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Acara diawali dengan pembacaan SK kepengurusan yang menandai dimulainya masa bakti pengurus baru. Dalam kesempatan itu, pembina TPQ Banggakerti Nusantara, Ir Sisno M. Si menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab negara sekaligus tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, amanat konstitusi telah menegaskan bahwa negara berkewajiban melindungi seluruh rakyat Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut menjaga ketertiban dunia. Oleh karena itu, masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah melalui penyelenggaraan pendidikan, termasuk pendidikan Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, keberadaan TPQ merupakan bagian dari sistem pendidikan keagamaan nonformal yang memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, hingga berbagai regulasi Kementerian Agama yang mengatur penyelenggaraan lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Mantan Dosen Fakultas Pertanian Unsoef yang akrab disapa Mbah Sisno ini menilai, pendidikan nonformal memiliki keunggulan karena dapat menyusun kurikulum sesuai kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan substansi pendidikan nasional.
“TPQ tidak harus bergantung sepenuhnya pada kurikulum pemerintah. Kita bisa menyusun kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal, selama tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa TPQ Banggakerti Nusantara telah berdiri sejak Februari 2023 dan hingga kini seluruh aktivitas pendidikan berjalan dengan semangat gotong royong. Para ustaz dan ustazah mengajar secara sukarela tanpa menerima gaji tetap.
Meski memiliki keterbatasan sarana, semangat para tenaga pendidik tidak pernah surut. Mereka terus membimbing anak-anak belajar membaca dan menulis Al-Qur’an, menghafal ayat-ayat suci, sekaligus menanamkan akhlak, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.
Menariknya, TPQ Banggakerti Nusantara yang berada dibawah Yayasan Insan Aji Nusantara tidak hanya fokus pada pendidikan agama.
Yayasan ini juga mengembangkan konsep pendidikan berbasis pertanian sebagai bekal keterampilan hidup bagi para santri.
Menurut Mbah Sisno, anak-anak perlu dikenalkan dengan dunia pertanian sejak dini agar memahami pentingnya ketahanan pangan di masa depan.
“Selain pandai membaca Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik, anak-anak juga diharapkan mengenal pertanian. Sebab sehebat apa pun sebuah negara, kebutuhan pangan tetap menjadi hal utama,” katanya.
Program pembelajaran tersebut nantinya dipadukan dengan berbagai kegiatan luar ruang sehingga santri tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengenal lingkungan dan praktik pertanian secara langsung.
Dalam kesempatan itu, Mbah Sisno juga mengapresiasi semangat para santri yang tetap antusias mengikuti kegiatan belajar meski fasilitas yang dimiliki masih sangat sederhana. Ruang belajar yang sebagian masih berbahan bambu tidak menyurutkan minat anak-anak untuk datang mengaji setiap hari.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, TPQ Banggakerti Nusantara kini telah memiliki berbagai perangkat administrasi, mulai dari buku sejarah lembaga, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga peraturan internal organisasi. Selain itu, lembaga juga telah memiliki Surat Tanda Daftar dan Nomor Statistik Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (NSLPQ) sebagai bukti legalitas di bawah pembinaan pemerintah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2029, TPQ Banggakerti Nusantara berharap mampu meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an, memperkuat pembinaan karakter generasi muda, serta terus menjadi wadah pembentukan insan yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan masyarakat.
Pengukuhan pengurus berjalan hikmat, sebelum menerima SK mereka mengikuti prosesi cium bendera dengan iringan lagu Syukur.
Terlihat jelas dedikasi dan semangat perjuangan untuk membentuk generasi unggul cerdas dan berakhlaq.
Sementara itu Nanang Sugiri SH dari Tribhata Banyumas mengungkapkan apresiasinya terhadap lembaga pendidikan tersebut.
Dari segi kurikulum dan metode pembelajaran, TPQ tersebut memiliki inovasi yang lengkap. Apalagi dengan penggunaan empat bahasa yakni Arab, Inggris, Indonesia dan Jawa, dipastikan lembaga pendidikan ini memikiki keunggulan kompetitif yang layak dibanggakan.