Maulid Nabi di SMK YPE Sumpiuh, Siswa Diajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Tebar Kedamaian

SUMPIUH, suarabanyumas.co.id – SMK YPE Sumpiuh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (11/9/2026), dengan menggelar pengajian dan kegiatan keagamaan yang diikuti warga sekolah. Kegiatan diawali pembacaan Surat Yasin dan Asmaul Husna yang dipimpin Agus Khozin, S.Pd.I., dilanjutkan doa bersama serta penampilan ekstrakurikuler hadroh.

Kepala SMK YPE Sumpiuh, Waryan, S.Kom., M.M., mengajak siswa memperkuat kedekatan kepada Allah SWT dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, penguatan spiritual penting untuk mendukung ikhtiar siswa dalam belajar dan menghadapi berbagai agenda akademik.

“Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak sholawat, semoga para siswa senantiasa mendapatkan petunjuk, kemudahan, dan ridha Allah SWT dalam menghadapi setiap tantangan,” kata Waryan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum sekolah memberikan apresiasi atas prestasi siswa. Salwa Aulia Saputri menerima piala setelah meraih Juara 2 Terbaik Modest Fashion dalam ajang Fashion Show Kemilau Wastra Serayu 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Peringatan Maulid Nabi kemudian diisi tausiyah oleh Dr. H. Dudiyono, S.Ag., M.Pd.I., Pengawas Sekolah Madya Kankemenag Kabupaten Banyumas. Dalam tausiyah bertema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Bersikap, Bertutur Kata, dan Menyemai Kedamaian”, siswa diajak menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Dudiyono menekankan pentingnya menerapkan empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Selain itu, siswa diingatkan untuk menjaga tutur kata dan perilaku, termasuk saat menggunakan media sosial. Prinsip tabayyun dinilai penting agar siswa tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya.

Peringatan Maulid Nabi di SMK YPE Sumpiuh diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penguatan karakter siswa. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan prestasi, kedisiplinan, dan kepedulian siswa dalam kehidupan sehari-hari.