BANYUMAS – Di tengah suasana malam yang khidmat di kawasan Karanglewas, sebuah pertemuan sederhana menjelma menjadi momen sarat makna spiritual. Bertempat di kediaman Ketua RW setempat, di belakang gedung Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Selapanan pengurus dan guru pada Jumat malam (1/5/2026) berubah menjadi ruang perenungan mendalam tentang arah perjuangan pendidikan Islam.
Kegiatan rutin tersebut tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi melahirkan sebuah refleksi yang disebut sebagai “Manifesto Al-Ittihaad Pasir Lor”—sebuah semangat kolektif yang meneguhkan kembali nilai profesionalitas, keikhlasan, dan orientasi ibadah dalam dunia pendidikan.
Acara diawali dengan tahlil dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemaparan laporan perkembangan madrasah oleh Kepala Madrasah, Ustadz Jamil. Selain itu, panitia qurban dan koordinator arisan turut menyampaikan laporan teknis sebagai bagian dari transparansi dan kebersamaan pengelolaan lembaga.

Namun, puncak acara terjadi saat KH. M. Ali Sodikin, yang akrab disapa Mbah Sod, menyampaikan enam pilar pitutur yang menggugah kesadaran spiritual para hadirin. Dengan gaya khas yang tegas namun penuh makna, ia menekankan urgensi ibadah dan keikhlasan dalam kehidupan.
“Shalatlah sebelum engkau dishalatkan,” ujarnya, mengingatkan bahwa ibadah tidak boleh ditunda hingga ajal tiba.
Pilar kedua, “Tinggalkanlah dunia sebelum engkau meninggal dunia,” menjadi seruan agar para pendidik tidak terjebak dalam orientasi materi, melainkan mengedepankan pengabdian tulus di madrasah.
Pesan berikutnya, “Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, tapi bersedekahlah sampai engkau kaya,” menegaskan filosofi bahwa berbagi adalah jalan membuka rezeki.
Semangat dakwah juga ditekankan melalui pilar keempat, “Berdakwahlah sampai engkau alim,” yang mengajak para guru untuk tidak ragu menyebarkan ilmu meski dalam keterbatasan.
Selanjutnya, “Kembalilah ke masjid sampai engkau tua,” menjadi pengingat pentingnya memakmurkan masjid sejak usia muda, bukan menunggu masa senja.
Sebagai penutup, pesan “Bertobatlah sebelum ajal menjemput” disampaikan dengan penuh penekanan, mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa introspeksi sebelum kesempatan tertutup.
Suasana haru menyelimuti akhir acara. Keluarga besar madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, guru, staf, serta tokoh masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam membesarkan lembaga.
Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah juga terus meningkat. Tahun ini, Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor menerima 46 santri baru, sehingga total santri mencapai 220 orang. Angka tersebut menjadi indikator nyata bahwa lembaga ini kian dipercaya sebagai pusat pendidikan berbasis nilai keislaman.
Harapan pun mengemuka agar madrasah ini terus menjadi ladang lahirnya generasi saleh dan salehah yang mampu memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
“Madrasah Al-Ittihaad, Hebat Berdampak Bermanfaat,” menjadi penegasan semangat yang terus dijaga—bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan perjuangan ruhani yang berkelanjutan.