PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperluas wawasan tentang industri media melalui Kunjungan Media 2026 ke sejumlah perusahaan media nasional di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kunjungan ke SCTV dan Suara.com menjadi agenda utama untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktik langsung dunia penyiaran televisi dan jurnalisme digital.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI itu didampingi Ketua Prodi KPI Dr. Uus Uswatussolihah dan Sekretaris Prodi Dedy Riyadin Saputro. Selain mengunjungi dua perusahaan media nasional, rombongan juga berdialog dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Lembaga Sensor Film (LSF) RI sebagai bagian dari penguatan pemahaman mengenai ekosistem media dan regulasi penyiaran di Indonesia.
Di kantor Suara.com, mahasiswa diterima langsung oleh Editor in Chief Suara.com, Suwarjono atau yang akrab disapa Mas Jon. Dalam kesempatan itu, mahasiswa diajak berkeliling newsroom untuk melihat aktivitas redaksi dari dekat, mulai dari proses produksi berita hingga pola kerja jurnalisme digital yang berlangsung secara real time.
Tak hanya itu, Mas Jon juga menjelaskan konsep konvergensi media yang dikembangkan Suara.com. Mahasiswa memperoleh gambaran bagaimana satu informasi diproduksi dan didistribusikan ke berbagai platform digital, mulai dari portal berita, media sosial, video, hingga format multimedia yang disesuaikan dengan karakter audiens di era digital.
Sementara itu, di SCTV, rombongan disambut Head of Protocol/Corporate Affairs SCTV, Irnawati W. Kahardja. Selain mengikuti diskusi mengenai perkembangan industri penyiaran, mahasiswa berkesempatan melakukan studio tour untuk melihat secara langsung proses produksi program televisi, sistem kerja newsroom, hingga tantangan media televisi dalam menghadapi perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin banyak mengakses informasi melalui platform digital.
“Melalui kunjungan ini kami berharap mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja industri penyiaran. Televisi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat,” ujar Irnawati.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke KPI Pusat. Kepala Bagian Penjatuhan Sanksi KPI Pusat, Irvan Priyanto, menegaskan bahwa etika dan regulasi penyiaran merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas informasi publik. Menurutnya, kreativitas media harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat.
Melalui Kunjungan Media 2026, mahasiswa KPI UIN Saizu tidak hanya mempelajari teori komunikasi di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan langsung transformasi industri media nasional. Pengalaman berdialog dengan praktisi media di Suara.com dan SCTV diharapkan semakin memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon jurnalis dan praktisi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tetap menjunjung tinggi etika profesi.