AJIBARANG, suarabanyumas.co.id – Ikatan Putra Putri Al Azhary (IPPAZ) menggelar malam puncak MALSAFAH 2026 (Mahrajan Al Lughoh wa Tsaqofah) atau Festival Bahasa dan Budaya di Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) Al Azhary, Desa Lemana, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (24/10/2026) malam. Mengusung semangat Hari Santri Nasional 2026, kegiatan bertajuk Panggung Santri dan Doa Bersama tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, serta mempererat silaturahmi antara pesantren dan masyarakat.
MALSAFAH 2026 tidak hanya menghadirkan panggung apresiasi seni dan budaya, tetapi juga menjadi puncak rangkaian kompetisi yang diikuti pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Banyumas. Sejumlah perlombaan yang digelar meliputi futsal, khitobah atau pidato berbahasa Arab, serta pop solo Islami. Pada malam puncak, para pemenang menerima penghargaan atas prestasi yang diraih, sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap keberanian, kemampuan, dan semangat berkompetisi generasi muda.
Ketua Panitia MALSAFAH 2026, Ferdinan Rakhmat Abqory, mengatakan kegiatan tersebut menjadi catatan sejarah bagi PPMTQ Al Azhary karena baru pertama kali diselenggarakan. Ia berharap MALSAFAH dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat lebih luas bagi pelajar dan lingkungan pendidikan. “MALSAFAH ini merupakan kegiatan perdana di PPMTQ Al Azhary. Karena itu, kegiatan ini menjadi sebuah sejarah yang harus diteruskan nantinya,” ujarnya.
Pembina IPPAZ, M. Faris AdiPutra, S.Pd., menjelaskan bahwa MALSAFAH dirancang sebagai wadah pengembangan potensi sekaligus pembentukan karakter pelajar. Melalui kompetisi bahasa, budaya, dan olahraga, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta membangun kekompakan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sejak dini.
Pimpinan PPMTQ Al Azhary, Ust. Waffa Ruhul Bakah, M.Pd., mengingatkan agar MALSAFAH tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum tersebut perlu menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara lembaga pendidikan, alumni, wali santri, dan masyarakat. Pesan itu menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan positif yang tidak hanya menghidupkan lingkungan pesantren, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan santri dalam penyelenggaraan acara menjadi salah satu hal penting dalam MALSAFAH 2026. Sekretaris Yayasan Aji Yumika, Khoirul Fahmi, menyampaikan bahwa Panggung Santri merupakan kegiatan yang direncanakan, dirancang, dan dikerjakan langsung oleh para santri. “Kegiatan ini direncanakan, dirancang, dan dikerjakan oleh santri sebagai bentuk kreativitas,” katanya. Proses tersebut menjadi bagian dari pendidikan praktis yang melatih tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.
Malam puncak yang dimulai pukul 19.45 WIB itu berlangsung meriah dengan panggung berhias dekorasi bernuansa hitam, putih, biru, dan kuning serta tata cahaya yang menarik. Acara tersebut dihadiri tokoh agama, wali santri, alumni, guru dan tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar. Dukungan sponsor, donatur, dan media partner turut membantu menyukseskan kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tersebut.
Penyelenggaraan MALSAFAH memperlihatkan bahwa pesantren memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan pendidikan yang memadukan nilai keagamaan, kecakapan sosial, dan kreativitas. Santri tidak hanya memperoleh pembelajaran di ruang kelas atau melalui kegiatan mengaji, tetapi juga berkesempatan mengasah keterampilan berorganisasi dan mengelola kegiatan. Melalui keterlibatan langsung dalam Panggung Santri, mereka belajar menerjemahkan gagasan menjadi karya yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Di sisi lain, keikutsertaan pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah memperkuat fungsi MALSAFAH sebagai ruang perjumpaan antarlembaga pendidikan. Kompetisi yang sehat dapat menjadi sarana membangun persaudaraan, saling mengenal, dan bertukar pengalaman. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Hari Santri Nasional, yakni mendorong santri dan generasi muda agar terus belajar, berprestasi, menjaga tradisi, serta mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui MALSAFAH 2026, IPPAZ dan keluarga besar PPMTQ Al Azhary berharap tumbuh semangat berkarya, berprestasi, dan memperkuat ukhuwah di kalangan santri serta pelajar Banyumas. Kegiatan perdana ini diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan program serupa pada masa mendatang, sekaligus mempererat hubungan pesantren dengan masyarakat. Dengan demikian, Panggung Santri tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga cerminan ikhtiar pesantren dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.