BANYUMAS — Wakil Ketua DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI, Ida Fauziah, menegaskan pentingnya penguatan politik kehadiran, pelayanan, hingga keteladanan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Banyumas, Sabtu 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penataan struktur partai secara nasional yang tengah digencarkan oleh PKB.
Dalam forum yang dihadiri para kiai, pengurus partai, hingga kader dari berbagai tingkatan itu, Ida mengingatkan bahwa Muscab harus menjadi ajang konsolidasi yang produktif, bukan sumber konflik internal.
“Pelaksanaan musyawarah harus dilakukan dengan riang gembira, tanpa ketegangan. Dengan suasana seperti itu, efektivitas dan produktivitas organisasi bisa tercapai,” ujarnya.
Penataan Struktur Nasional PKB
Ida menjelaskan bahwa Muscab di Banyumas merupakan bagian dari agenda nasional PKB setelah pelaksanaan Muktamar. Penataan struktur partai kini bergerak dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Sejak April ini kita mulai penataan struktural di seluruh DPC se-Indonesia dan ditargetkan selesai Juli 2026. Setelah itu dilanjutkan hingga tingkat anak cabang dan ranting sampai akhir tahun,” jelasnya.
Menurutnya, struktur partai harus menjadi “rumah yang nyaman” bagi masyarakat. Tanpa struktur yang solid dan hidup, kehadiran partai tidak akan bermakna.
Salam dari Muhaimin Iskandar
Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang berhalangan hadir.
Ia menyebutkan bahwa pesan utama dari Muhaimin adalah memperkuat politik perjuangan PKB yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Empat Pilar Politik PKB
Ida merinci empat arah politik yang harus diperkuat oleh seluruh kader PKB:
1. Politik Kehadiran
Kehadiran kader PKB di lembaga legislatif maupun eksekutif harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyoroti bahwa Banyumas memiliki sejumlah wakil PKB di berbagai level, namun hal itu tidak cukup tanpa dampak nyata.
“Apa bedanya ada PKB atau tidak, itu harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
2. Politik Pelayanan
Ia mengingatkan para pejabat publik dari PKB untuk menjadikan jabatan sebagai sarana pelayanan, bukan sekadar kebanggaan.
“Bangga menjadi pejabat itu biasa, tapi yang penting adalah bangga karena mampu melayani masyarakat,” katanya.
3. Politik Keteladanan
Menurut Ida, menurunnya kepercayaan publik terhadap politik salah satunya disebabkan minimnya teladan.
“Orang hormat bukan karena jabatan, tapi karena keteladanan,” ujarnya.
4. Politik Kepemimpinan
Kader PKB diminta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, termasuk dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan keagamaan.
Soroti Tantangan Banyumas
Ida juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari angka kemiskinan hingga tingkat pendidikan masyarakat yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah secara nasional.
Ia mendorong agar potensi Banyumas, termasuk sektor pariwisata, mampu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Forum Muscab ini harus menjadi tempat terbaik untuk merumuskan langkah strategis menjawab kebutuhan masyarakat Banyumas,” katanya.
Perkuat Sinergi dengan NU
Dalam sambutannya, Ida juga menekankan pentingnya sinergi antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU), baik dalam ranah kultural maupun struktural.
“Kalau PKB dan NU kompak, masyarakat akan merasakan perbedaannya. Sinergi ini penting untuk menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.
Waspadai Perebutan Kader
Ia juga mengingatkan adanya potensi “pembelian kader” oleh partai lain, sehingga konsolidasi internal dan penguatan ideologi menjadi sangat penting.
“Struktur harus hidup, kader harus turun ke masyarakat, dan ideologi harus diperkuat. Itu kunci kemenangan,” tegasnya.
Target: Kemenangan dan Kepemimpinan Berkualitas
Di akhir sambutannya, Ida menegaskan bahwa tujuan utama PKB bukan sekadar memenangkan pemilu, tetapi melahirkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan hadir di tengah rakyat.
“Yang kita harapkan bukan hanya menang pemilu, tapi menghadirkan pemimpin yang hidup bersama rakyat,” pungkasnya.