PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menguji coba pengalihan fungsi satu unit bus wisata menjadi bus sekolah pada Senin (10/8/2026). Layanan ini melayani rute Kalibagor–Banyumas dengan target delapan sekolah yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Dinas Perhubungan menetapkan delapan sekolah tujuan, meliputi SMP Negeri 4 Kalibagor, SMK Negeri 3 Banyumas, SMP Negeri 2 Banyumas, SMP Negeri 3 Banyumas, SMK Negeri 1 Banyumas, SMA Negeri 1 Banyumas, SMK Negeri 2 Banyumas, dan SMP Negeri 1 Banyumas.
Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhamad Soleh Wibowo, menjelaskan bahwa rute Kalibagor–Banyumas yang mulai diuji coba tersebut sebenarnya telah disurvei sejak lama. Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Banyumas di Kalibagor dan Banyumas pun sudah mengetahui rencana operasional ini.
“Mereka bersurat terkait tindaklanjut survei layanan bus sekolah di Kalibagor-Banyumas. Akhirnya dispo Bupati turun,” katanya.
Bowo menegaskan bahwa dimulainya uji coba layanan bus sekolah rute Kalibagor–Banyumas ini tidak berkaitan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) murid baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas.
Memang, dalam rapat di Dinas Pendidikan Banyumas, muncul rencana pinjam pakai bus aset Pemkab Banyumas dengan biaya operasional ditanggung SNT II Banyumas karena di awal operasional SNT II Banyumas belum ada bus dari pusat.
“Terkait dengan SNT kami menunggu juga disposisi dari BUPATI karena pinjam aset ini harus ada persetujuan dari BUPATI, terkait untuk operasional bus di koridor kalibagor tersebut hanya menggunakan 1 unit bus tipe medium,” kata dia.
Mengenai pelajar di luar delapan sekolah tujuan utama, Bowo menyampaikan bahwa siswa dari sekolah lain yang melintasi jalur searah tetap diperbolehkan menumpang. Kebijakan ini akan terus dievaluasi selama masa uji coba untuk mengukur kebutuhan riil di lapangan.
Hak ini juga Sebagai bentuk realisasi nyata dari tria program Sadewo-Lintarti “Pasti Sekolah”,
“Selama tahap uji coba kami lihat dulu kebutuhannya,” kata Bowo.