Job Fair Unsoed 2026 Libatkan 100 Perusahaan, Buka Peluang Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni

PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat perannya dalam mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja. Salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair Unsoed 2026 yang mempertemukan mahasiswa, alumni, dan perusahaan dari berbagai sektor industri.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (4–5/11/2026), tersebut digelar di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Purwokerto. Job Fair dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si.

Mengusung tema Connecting Talent, Building Future, kegiatan ini tidak hanya menyediakan akses informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana bagi pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan profesional, serta mengenali kebutuhan industri.

Dalam sambutannya, Ali Rokhman menegaskan bahwa Job Fair memiliki peran lebih luas daripada sekadar mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan kemampuan sumber daya manusia dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, bagi sebagian peserta, Job Fair bisa menjadi pintu pertama untuk memasuki dunia profesional. Sementara bagi peserta lainnya, kegiatan ini dapat membuka kesempatan baru untuk mengembangkan maupun membangun kembali perjalanan karier.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, serta perubahan ekonomi global telah mengubah kebutuhan tenaga kerja.

Kondisi tersebut menuntut calon tenaga kerja tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademis. Mereka juga harus memiliki keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kemampuan bekerja dalam tim, serta adaptasi terhadap perubahan.

Namun, kemampuan teknis saja dinilai belum cukup. Karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan profesional.

“Kompetensi membuat seseorang mampu bekerja, tetapi karakter membuat seseorang layak dipercaya. Dan dalam dunia profesional, kepercayaan adalah salah satu modal paling berharga,” tegas Ali.

Lebih lanjut, Plt Rektor berharap penyelenggaraan Job Fair dapat menjadi momentum mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perekrutan tenaga kerja, tetapi berkembang melalui program magang, penyelarasan kurikulum, penelitian terapan, pelatihan kompetensi, hingga sertifikasi profesi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Libatkan 100 Perusahaan

Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair tahun ini dikembangkan dengan konsep lebih luas dan terintegrasi.

Terdapat sekitar 100 perusahaan dan mitra industri yang terlibat. Sebanyak 30 perusahaan hadir secara langsung untuk berinteraksi dengan para pencari kerja, sedangkan sekitar 70 perusahaan lainnya menyediakan informasi lowongan melalui mekanisme daring.

Ratna mengungkapkan, penyelenggaraan Job Fair juga menunjukkan perkembangan positif sejak UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed dibentuk pada November 2023.

Pada 2023 dan 2024, kegiatan tersebut masing-masing diselenggarakan satu kali. Frekuensinya kemudian meningkat menjadi dua kali pada 2025 dan tiga kali sepanjang 2026.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya Unsoed memperluas layanan pengembangan karier sekaligus mendekatkan mahasiswa dan alumni dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pada penyelenggaraan kali ini, kami menghadirkan konsep yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan kompetensi, pengenalan dunia industri, serta penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa,” jelasnya.

Dilengkapi Pelatihan Karier dan Expo Kewirausahaan

Selain membuka akses rekrutmen, Job Fair Unsoed 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung untuk meningkatkan kesiapan peserta memasuki dunia profesional.

Salah satunya melalui Expo Kewirausahaan Mahasiswa yang menampilkan berbagai produk dan unit usaha mahasiswa penerima pendanaan program kewirausahaan.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas sekaligus mengembangkan potensi bisnis yang telah dirintis selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Panitia juga menghadirkan talkshow bertajuk “Siap Kerja” bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Selain itu, tersedia layanan career coaching, bimbingan karier bagi alumni, serta sesi inspirasi yang melibatkan praktisi dunia kerja.

Berbagai agenda tersebut diharapkan membantu peserta memahami kebutuhan perusahaan, mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi, serta menentukan arah pengembangan karier.

Pemkab Banyumas Apresiasi Job Fair Unsoed

Dukungan terhadap penyelenggaraan Job Fair juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas, Drs. Wahyu Dewanto, M.Si., pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif Unsoed dalam memperluas akses kesempatan kerja.

Kegiatan tersebut dinilai strategis karena dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih langsung. Dengan demikian, peluang penyerapan dan penempatan tenaga kerja di wilayah Banyumas diharapkan semakin terbuka.

Pembukaan Job Fair Unsoed 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Rektor Unsoed, didampingi para wakil rektor, Kepala Dinnakerin Kabupaten Banyumas, serta Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unsoed.

Setelah seremoni pembukaan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi sejumlah stan perusahaan dan mitra industri yang berpartisipasi.

Melalui penyelenggaraan ini, Unsoed berharap mahasiswa dan alumni tidak hanya memperoleh informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memiliki kesiapan kompetensi dan karakter untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis.

Di sisi lain, keterlibatan perusahaan diharapkan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.