RAWALO, suarabanyumas.co.id – Pembangunan pendopo Makam Kaligaru dan Masyayikh Ma’had Al Falah di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, telah rampung. Bangunan di kompleks makam sekitar Pondok Pesantren Al Falah tersebut disiapkan untuk menunjang kenyamanan peziarah sekaligus menjaga jejak sejarah para ulama yang berperan dalam perkembangan dakwah Islam di wilayah Banyumas.
Kompleks makam itu menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh agama, di antaranya Mbah KH Abdul Mukti dan Mbah Sya’roni. Keduanya merupakan tokoh perintis yang perjuangannya diteruskan oleh generasi berikutnya, termasuk almarhum KH Ahbib Mu’thi, yang pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Banyumas.
Selain itu, terdapat makam KH Ilyas yang merupakan leluhur KH Zaeni Ilyas, tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pesawahan, Rawalo. Keberadaan makam para masyayikh tersebut menyimpan jejak hubungan keilmuan, perjuangan dakwah, dan tradisi pesantren yang berkembang lintas generasi.
Shohibul makam, Atik Romadhon atau Gus Atik, mengatakan pembangunan pendopo dilakukan untuk menjawab kebutuhan para peziarah. Selama ini, kunjungan ke makam berlangsung cukup ramai, termasuk dari kalangan alumni dan keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah.
“Pendopo ini dibangun untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para peziarah. Mbah Sya’roni dan Mbah Abdul Mukti memiliki banyak alumni yang tersebar di berbagai daerah, sehingga makam ini terus dikunjungi,” ujar Gus Atik.
Menurut dia, pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik. Upaya itu juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga warisan sejarah agar generasi sekarang tetap mengenal para ulama yang telah merintis jalan bagi perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Gus Atik menilai, mengenal sejarah leluhur merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda. Para penerus perlu memahami perjuangan para pendahulu, sekaligus menghargai kontribusi mereka dalam membangun tradisi keilmuan dan kehidupan pesantren.
“Generasi sekarang perlu banyak berefleksi, bersyukur, dan berterima kasih kepada para leluhur. Kita perlu mengetahui sejarah, memahami perjuangan mereka, serta menghormati para ulama yang telah merintis jalan bagi generasi berikutnya,” katanya.
Rampungnya pembangunan pendopo disyukuri melalui kegiatan syukuran dan ziarah menjelang haflah. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Banyumas Imam Ahfas, anggota DPRD Banyumas Tati Irawati, KH Habib Mahfudz, KH Khanan Masykur dari keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda, serta tokoh masyarakat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Dengan adanya pendopo tersebut, kompleks Makam Kaligaru dan Masyayikh Ma’had Al Falah diharapkan semakin nyaman untuk kegiatan ziarah. Lebih dari itu, keberadaan makam dan perawatannya menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan ulama merupakan warisan yang perlu dikenali, dihormati, dan diteruskan oleh generasi berikutnya.