Al-Ittihaad 2 Pasir Lor Silaturahmi Ke KH. Zulfa Mustofa

JAKARTA UTARA – Meneguhkan khidmah, merawat ukhuwah, dan menebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Rombongan Madrasah Diniyah Salafiyah Syafi’iyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, sowan silaturahmi kepada Rais Syuriah PBNU, KH. Zulfa Mustofa, di kediaman beliau di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2026), pukul 08.00–10.00 WIB.

Rombongan dipimpin Ust. Amin Supangat, didampingi pengurus H. Supriyanto, H. Asdarianto Ust. Desli, Kepala Madrasah Ust. Jamil, jajaran guru Gus Rahmat dan Ust. Aqin, Ketua Panitia Imtihan 2027 Ust. Fajar Santoso, serta Gus Lutfi, Ust. Arul, jajaran panitia dan awak media.

Berangkat dari madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor pada Jumat malam pukul 21.00 WIB, rombongan menunaikan salat Subuh dan berziarah ke kawasan Keramat Mbah Priok sebelum melanjutkan silaturahmi.

Disambut langsung oleh KH. Zulfa Mustofa dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan, Ust. Amin Supangat menyampaikan salam takzim dari Ketua Pengurus Madrasah, KH. M. Ali Sodikin, yang belum dapat hadir karena kondisi kesehatan kurang fit. Ia juga menyampaikan maksud silaturahmi sekaligus harapan agar KH. Zulfa Mustofa berkenan hadir dalam pengajian rangkaian Imtihan 2027 pada Ahad malam, 31 Januari 2027 mendatang.

“Kami sowan untuk mempererat silaturahmi, memohon nasihat dan doa, serta menyampaikan harapan agar Abah KH. Zulfa Mustofa berkenan hadir memberikan tausiyah pada rangkaian Imtihan 2027. Semoga majelis kecil kami senantiasa diberkahi dan semakin kuat dalam berkhidmat mendidik generasi,” demikian inti penyampaian Ust. Amin Supangat.

Menanggapi undangan tersebut, KH. Zulfa Mustofa menyampaikan respons positif dan menyatakan insyaallah bersedia hadir. Beliau kemudian memberikan pesan motivasi agar keluarga besar madrasah senantiasa teguh dalam perjuangan pendidikan dan dakwah.

“Ya, yang semangat dalam berjuang, berkhidmat di madrasah. Walaupun misalnya di tengah-tengah warga yang bukan mayoritas NU, justru di situ tantangannya, bisa menjelaskan indahnya Ahlusunah wal Jamaah An-Nahdliyah itu kepada yang di luar NU itu indah,” tutur KH. Zulfa Mustofa.

Beliau menekankan pentingnya mengamalkan tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleransi), serta membangun komunikasi lintas organisasi, termasuk dengan kalangan Muhammadiyah. Perbedaan, menurut pesan yang disampaikannya, hendaknya menjadi jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah.

Silaturahmi ditutup dengan doa bersama dan foto kenangan. KH. Zulfa Mustofa memohon keberkahan majelis, persatuan, dan ampunan Allah SWT bagi seluruh yang hadir.

Pertemuan tersebut menjadi penyemangat bagi keluarga besar Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan, mendidik santri dengan ketulusan, serta berdakwah melalui akhlak yang santun dan penuh kasih. Sebab, kemuliaan khidmah bukan semata-mata terletak pada besarnya majelis, melainkan pada manfaat yang tumbuh dan persaudaraan yang terawat.

Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah perjuangan, menguatkan hati para guru, serta menjadikan madrasah sebagai taman ilmu yang menumbuhkan generasi beriman, berakhlak mulia, dan membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

 

(Djarmanto)