PURWOKERTO – Kiprah dan kontribusi nyata di tengah masyarakat menjadi salah satu kriteria utama dalam memilih tokoh yang akan masuk dalam Temu Gagasan Tokoh Kabupaten Banyumas 2026. Kegiatan yang digelar untuk kedelapan kalinya ini mempertemukan sejumlah figur yang dinilai memiliki peran dan perhatian terhadap perkembangan Banyumas.
Penggagas Temu Gagasan Tokoh Kabupaten Banyumas, Iksanto, Kamis 27 Agustus 2026 mengatakan, kegiatan tahun ini sengaja dimajukan dari agenda rutin yang biasanya digelar pada Oktober. Temu tokoh tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Agustus 2026 di salah satu hotel di Purwokerto.
Menurut Iksanto, pemilihan tokoh tidak semata-mata didasarkan pada jabatan, popularitas, maupun latar belakang daerah. Hal yang paling penting adalah melihat kiprah, konsistensi, serta kontribusi mereka selama setahun terakhir terhadap masyarakat Banyumas.
“Yang kami lihat adalah kiprah mereka selama ini di Kabupaten Banyumas. Tidak harus orang Banyumasan. Bisa saja orang dari luar Banyumas, tetapi mempunyai kiprah dan perhatian terhadap Banyumas,” ujar Iksanto.
Ia mencontohkan sejumlah figur yang dinilai memiliki kiprah menarik, di antaranya Yanuar Ari Wibowo yang dinilainya konsisten melakukan kegiatan turun langsung ke masyarakat.
Ada pula Adi Satria yang melalui Satria Center dinilai memberikan dukungan terhadap berbagai gerakan positif, termasuk pengembangan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Menurut Iksanto, perhatian terhadap UMKM tidak cukup hanya mendorong pelaku usaha agar berkembang di tingkat lokal. Lebih jauh, produk lokal perlu didorong memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Misalnya produk tahu. Jangan hanya tahu, tetapi bagaimana bisa dikembangkan menjadi berbagai produk lain. Itu bagian dari diversifikasi yang kami lihat,” katanya.
Dalam proses penilaian, pihaknya bersama sejumlah rekan melakukan pengamatan terhadap aktivitas para kandidat sepanjang satu tahun terakhir. Salah satu sumber pengamatan adalah aktivitas yang ditampilkan melalui media sosial.
Dari sana, mereka melihat konsistensi para tokoh dalam melakukan kegiatan sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat maupun berbagai gerakan yang memberikan dampak positif bagi Banyumas.
“Kami bahas bersama, ini layak, ini layak. Jadi yang kami nilai adalah kiprahnya yang memang bisa dilihat dan dirasakan selama ini,” jelasnya.
Tahun ini, format Temu Gagasan Tokoh Banyumas juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya penghargaan atau apresiasi diberikan kepada sekitar 50 tokoh, kali ini jumlahnya dibuat lebih terarah, termasuk memberikan ruang khusus bagi 10 tokoh perempuan.
Iksanto menegaskan, konsep tersebut bukan sekadar mencari tokoh baru yang namanya belum banyak dikenal publik. Justru yang ingin ditonjolkan adalah figur yang selama ini bekerja dan memberikan kontribusi, meskipun tidak selalu berada di tengah sorotan.
Dengan demikian, Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemberian apresiasi, tetapi juga ruang untuk melihat kembali berbagai gagasan, gerakan, dan kontribusi masyarakat yang ikut menggerakkan Banyumas.
Bukan sekadar siapa yang terkenal, tetapi siapa yang benar-benar bergerak dan memberi arti bagi masyarakat.