Nasabah Bank Mandiri Taspen Purwokerto Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kerugian Nasabah Segera Ditangani

PURWOKERTO — Kasus dugaan permasalahan yang melibatkan nasabah Bank Mandiri Taspen Purwokerto kembali menyisakan duka. Salah satu nasabah yang disebut sebagai korban, Sri Rohwi Dadi Harsana bin Harjo Winoto, meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Sri Rohwi meninggal pada pukul 03.30 WIB setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang terus menurun. Almarhum kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.

Sri Rohwi berusia 64 tahun. Ia merupakan pensiunan ASN Polres Banyumas yang memasuki masa pensiun pada 2017. Almarhum diketahui berdomisili di Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo.

Menurut keterangan keluarga, persoalan yang berkaitan dengan Bank Mandiri Taspen bermula setelah almarhum pensiun. Pada 2018, seorang karyawan Bank Mandiri Taspen bernama Dika datang ke rumahnya dan menawarkan fasilitas pinjaman sebesar Rp200 juta.

Setahun kemudian, pada 2019, almarhum kembali menambah pinjaman sebesar Rp50 juta. Seluruh proses transaksi disebut dilakukan melalui Bank Mandiri Taspen Purwokerto.

Namun, dalam proses tersebut, almarhum disebut mendapat permintaan agar persoalan pinjaman tersebut tidak diberitahukan kepada keluarganya, termasuk istri dan anak-anaknya.

Karena itu, keluarga mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang dialami almarhum selama beberapa tahun.

Kondisi tersebut baru mulai diketahui keluarga setelah mencuatnya kasus Bank Mandiri Taspen pada 2026. Saat itu, almarhum mulai menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya memiliki persoalan terkait pinjaman di bank tersebut.

Meski demikian, keluarga mengaku belum sepenuhnya memahami detail persoalan yang terjadi karena kondisi kesehatan almarhum saat itu sudah menurun.

Kondisi Kesehatan Terus Menurun

Sebelumnya, pada 2024, Sri Rohwi pernah mengalami sakit dan menjalani perawatan di RS Dadi Keluarga Teluk Purwokerto akibat stroke.

Setelah mengetahui adanya persoalan yang mencuat di Bank Mandiri Taspen, kondisi kesehatan almarhum disebut semakin menurun. Ia kemudian menjalani pengobatan secara rutin di puskesmas.

Kondisi almarhum kembali memburuk pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia masuk dan menjalani perawatan di RS An-Ni’mah Wangon dengan kondisi muntah berwarna hitam.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, almarhum dirujuk ke RS Geriatri Purwokerto.

Dari pemeriksaan medis, almarhum dinyatakan mengalami gagal ginjal dan komplikasi.

Lima hari kemudian, tepatnya Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, Sri Rohwi mengembuskan napas terakhir.

Kepergian almarhum menambah kekhawatiran keluarga terhadap nasib para nasabah lain yang disebut terdampak persoalan Bank Mandiri Taspen.

Keluarga Minta Kerugian Korban Segera Ditangani

Salah satu putri almarhum menyampaikan harapan agar persoalan yang dialami para nasabah Bank Mandiri Taspen tidak berhenti pada proses hukum.

Menurut keluarga, persoalan kerugian para korban juga harus segera mendapatkan penyelesaian dari pihak Bank Mandiri Taspen.

Keluarga khawatir persoalan yang berlarut-larut justru semakin membebani kondisi psikologis dan kesehatan para korban, terutama mereka yang sudah lanjut usia dan pensiunan.

“Harapannya, kejadian ini menjadi bagian dari meledaknya kasus Bank Mandiri Taspen sehingga memberikan efek kepada para korban. Jangan hanya proses hukum, tetapi penanganan kerugian korban juga segera diatasi oleh pihak Bank Mandiri Taspen,” ujar pihak keluarga.

Keluarga berharap ada langkah konkret untuk memberikan kepastian terhadap hak-hak nasabah yang merasa dirugikan.

Mereka juga berharap penyelesaian persoalan dilakukan secara menyeluruh, sehingga para korban tidak terus dihantui ketidakpastian mengenai nasib pinjaman dan kerugian yang mereka alami.

Meninggalnya Sri Rohwi menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga dan nasabah lainnya. Mereka berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang dan tidak kembali memunculkan korban lain akibat beban persoalan yang berkepanjangan.

Hingga berita ini ditulis, keterangan mengenai hubungan langsung antara kondisi kesehatan dan persoalan perbankan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak keluarga. Penyebab medis kematian almarhum berdasarkan keterangan keluarga adalah gagal ginjal dan komplikasi.