KERJASAMA : Kepala Rutan Banyumas Anggi Febiakto, A.Md.IP., S.H., M.M dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat menandatangani perjanjian kerjasama, di Aula Djoko Kaiman Rutan IIB Banyumas, Rabu (15/07/2026).
BANYUMAS – Pemkab Banyumas siap memfasilitasi hasil karya warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) IIB Banyumas. Produk yang dihasilkan warga biasaan berupa kue kering dan kerajinan rajut, bisa didisplay di gerai Dekranasda Banyumas.
Hal itu terungkap saat acara penandatanganan kerjasama antara Rutan Banyumas II B, dengan Pemkab Banyumas, di Aula Djoko Kaiman Komplek Rutan, Rabu (15/07/2026).
Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman ditandatangi langsung oleh Kepala Rutan Banyumas Anggi Febiakto, A.Md.IP., S.H., M.M dan juga Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Kepala Rutan Banyumas Anggi menyampaikan, beberapa karya yang dihasilkan oleh warga binaan, diantaranya adalah sejumlah olahan kue kering dan kerajinan rajut.
“Iya, tadi Pak Bupati menawarkan produk hasil dari warga binaan bisa dipajang di gerai Dekranasda Banyumas,” katanya, ditemui usai acara, Rabu sore.
Sinergitas antara Rutan dengan Pemkab Banyumas tidak hanya produk hasil warga binaan saja. Pada acara tersebut juga diluncurkan Pojok Baca, hasil kolaborasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Banyumas.
“Kita lounching Pojok Baca, untuk mendukung perkembangan literasi para warga binaan,” ujarnya.
Selain itu, langkah kongkret sinergitas Rutan dan Pemkab, juga ada pada sektor kesehatan. Selama ini sudah berjalan adanya visit kesehatan para warga binaan, oleh petugas Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan.
“Selama ini juga visit kesehatan dilakukan oleh Nakes dari Puskesmas, untuk mendukung kebersihan dan kesehatan para warga binaan. Selama ini juga ada pengadaan bibit tanaman (holtikultura) dari Dinas Pertanian,” kata Anggi.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik kerjasama tersebut. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan untuk berkarya bisa dilakukan di dalam rutan. Sehingga, nantinya para warga binaan, ketika sudah kembali ke masyarakat bisa lebih produktif.
“Karena sekarang ini sudah harus berubah paradigmanya, warga binaan memerlukan bekal sebelum kembali ke masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dan terhindar dari pengulangan tindak pidana,” katanya.
Pada saat acara tersebut, yang juga dihadiri oleh Pimpinan BRI Purwokerto, Sadewo sempat menyinggung, untuk turut serta digandeng. Setidaknya bisa memanfaatkan dana CSR untuk mendukung ekonomi atau UMKM para warga binaan.
“Selain dari Pemkab, bisa juga menggandeng BAZNAS, atau BRI dengan dana CSR-nya, untuk menunjung program pemberdayaan,” kata dia.