JEC ANWARI Purwokerto Hadirkan Harapan Baru bagi Pasien Katarak Lewat Bakti Sosial Operasi Katarak PERDAMI 2026

PURWOKERTO – Ribuan masyarakat Indonesia masih menghadapi ancaman kehilangan penglihatan akibat katarak. Menjawab tantangan tersebut, Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto mengambil bagian dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 melalui program bertajuk “Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat – One Doctor One Sight”, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang 13–24 Juli 2026 ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk menekan angka kebutaan akibat katarak, penyakit yang hingga kini masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia, terutama pada kelompok usia 50 tahun ke atas.

Melalui bakti sosial ini, JEC ANWARI @ Purwokerto memberikan pelayanan komprehensif, mulai dari skrining calon pasien, pemeriksaan kesehatan mata dan pemeriksaan penunjang, tindakan operasi bagi pasien yang memenuhi syarat medis, hingga kontrol pascaoperasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Katarak Masih Menjadi Penyebab Utama Kebutaan

Katarak terjadi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan sehingga cahaya tidak dapat masuk secara optimal ke retina. Akibatnya, penderita mengalami penglihatan kabur, pandangan berkabut, warna terlihat memudar, lebih sensitif terhadap cahaya, sulit melihat pada malam hari, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja maupun berkendara.

Selain proses penuaan, katarak juga dapat dipicu oleh diabetes, cedera mata, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet, maupun faktor bawaan.

Data Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang dilakukan PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan angka kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun mencapai 3 persen, dengan sekitar 81,2 persen kasus disebabkan oleh katarak.

Kondisi tersebut menjadikan katarak bukan sekadar persoalan kesehatan mata, tetapi juga berdampak besar terhadap kualitas hidup, produktivitas, kemandirian, hingga kondisi sosial ekonomi penderitanya.

Operasi Katarak Mengembalikan Kualitas Hidup

Berbeda dengan banyak penyakit degeneratif lainnya, kebutaan akibat katarak dapat diatasi melalui operasi. Dalam prosedur ini, lensa mata yang keruh diangkat dan digantikan dengan Intraocular Lens (IOL) atau lensa tanam sehingga kemampuan melihat dapat kembali pulih.

Perkembangan teknologi juga membuat operasi katarak kini semakin aman dan presisi, dengan berbagai pilihan metode seperti phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) yang dapat disesuaikan dengan kondisi mata serta kebutuhan aktivitas masing-masing pasien.

Sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, JEC ANWARI @ Purwokerto menghadirkan pelayanan yang terintegrasi, tidak hanya saat tindakan operasi, tetapi juga sejak tahap pemeriksaan awal hingga masa pemulihan pasien.

Pelaksanaan bakti sosial operasi katarak sendiri telah dilakukan pada 7–9 Juli 2026, meliputi skrining, pemeriksaan penunjang, operasi bagi pasien yang memenuhi kriteria medis, serta kontrol H+7 sesuai standar pelayanan kesehatan mata.

Membantu Pasien Kembali Mandiri

Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto, Dr. Kukuh Prasetyo, SpM, (Hon.) FIOF, mengatakan partisipasi dalam Bulan Bakti PERDAMI merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak.

“Partisipasi Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas dengan lebih mandiri, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan operasi katarak tidak hanya mengembalikan fungsi penglihatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pasien untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri,” tutup Dr. Kukuh.

Lebih dari 200 Ribu Operasi Katarak

JEC Eye Hospitals and Clinics yang berdiri sejak tahun 1984 telah memiliki pengalaman lebih dari empat dekade dalam pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Selama itu pula, jaringan rumah sakit dan klinik mata tersebut telah menangani lebih dari 200.000 operasi katarak, sekaligus terus mengembangkan layanan berbasis teknologi modern agar penanganan pasien menjadi semakin personal, aman, dan menghasilkan kualitas penglihatan yang optimal.

Komitmen tersebut juga mendapat berbagai pengakuan, di antaranya penghargaan Healthcare Asia Awards 2026 sebagai Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia, selain berbagai akreditasi internasional dan penghargaan nasional di bidang pelayanan kesehatan.

Saat ini, JEC mengelola 5 rumah sakit mata dan 11 klinik utama mata yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan mata berkualitas bagi masyarakat.

Melalui keterlibatannya dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026, JEC ANWARI @ Purwokerto berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk kembali melihat, hidup lebih mandiri, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan katarak sebelum menyebabkan kebutaan permanen.