Edukasi Literasi Keuangan di Purwokerto, ASN Didorong Berinvestasi pada ORI030

PURWOKERTO – Kolaborasi strategis Kemenkeu Satu melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) menggelar kegiatan Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030T3 dan ORI030T6 di Purwokerto, Rabu 9 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Purwokerto tersebut merupakan sinergi antara Direktorat Surat Utang Negara DJPPR dan Kantor Wilayah DJPB Provinsi Jawa Tengah. Acara diikuti perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kantor vertikal Kementerian Keuangan, kementerian/lembaga, serta satuan kerja perangkat daerah di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.

Kepala KPPN Purwokerto, Tri Ananto Putro, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait investasi pada Surat Berharga Negara (SBN).

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai instrumen investasi pemerintah dapat mendorong masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional.

“Melalui pengetahuan yang lebih baik tentang literasi dan manfaat investasi di SBN, masyarakat Kabupaten Banyumas diharapkan dapat lebih aktif berkontribusi dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Tri.

Ia juga menilai Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi Surat Berharga Negara, khususnya Obligasi Negara Ritel seri ORI030.

Sementara itu, Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara, Chandra A. S. Wibowo, dalam keynote speech menjelaskan bahwa Surat Utang Negara (SUN) ritel merupakan salah satu instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah bagi masyarakat.

“Pemerintah mendesain produk Surat Utang Negara ritel seperti ORI dan SBR yang dikhususkan untuk individu Warga Negara Indonesia,” kata Chandra.

Ia menjelaskan, kehadiran instrumen tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan negara melalui instrumen yang diterbitkan pemerintah.

Pada sesi berikutnya, Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Renaldo Christian Gideon, yang bertindak sebagai moderator, memaparkan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal dalam mengambil keputusan investasi.

Renaldo menjelaskan sejumlah tantangan keuangan yang umum dihadapi masyarakat, mulai dari siklus kehidupan finansial, strategi mengelola keuangan, prinsip-prinsip investasi, hingga pengenalan berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai profil risiko masing-masing.

Materi teknis mengenai produk ORI030 disampaikan oleh Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, Norman Febianto. Dalam paparannya, Norman mengenalkan SUN ritel sebagai instrumen investasi pemerintah beserta tujuan dan manfaat penerbitannya.

Ia juga mengulas secara rinci karakteristik ORI030T3 dan ORI030T6 yang saat ini masih berada dalam masa penawaran. Penjelasan meliputi mekanisme investasi, mitra distribusi, kanal pembayaran, transaksi di pasar sekunder, hingga simulasi perhitungan kupon yang dapat diterima investor.

Melalui kegiatan ini, Kemenkeu Satu berharap pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai instansi pemerintah di Purwokerto dan sekitarnya terhadap literasi keuangan serta investasi Surat Utang Negara ritel semakin meningkat.

Selain memperluas wawasan mengenai investasi yang dikeluarkan pemerintah, peserta juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam investasi ORI030 sebagai bentuk dukungan terhadap pembiayaan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. ***