PURWOKERTO– Banyumas kembali meneguhkan identitasnya sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya melalui penyelenggaraan Banyumas Lengger Bicara 2026. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival budaya ini akan digelar pada 25-26 Juni 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, edukasi budaya, hingga kolaborasi kesenian Nusantara.
Mengusung tema “Gemah Ripah Loh Jinawi”, Banyumas Lengger Bicara 2026 tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni tradisional, tetapi juga wadah edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Banyumas.
Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026, R. Satria Setyanugraha atau yang akrab disapa Bagus, mengatakan tema yang dipilih merepresentasikan kesuburan alam serta kemakmuran masyarakat Banyumas.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa masyarakat tetap memiliki harapan dan kemampuan untuk berkembang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” ujar Bagus saat kegiatan Road to Banyumas Lengger Bicara 2026 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (15/6/2026).

Tiga Agenda Utama
Menurut Bagus, tahun ini Banyumas Lengger Bicara menghadirkan tiga agenda besar, yakni Art Camp, Lenggeran Bareng, dan pertunjukan kolosal bertajuk “Senandung Tanah Makmur”.
Art Camp akan berlangsung selama dua hari dengan menyasar anak-anak berusia 5 hingga 10 tahun. Dalam kegiatan tersebut peserta diajak mengenal budaya Banyumas melalui berbagai aktivitas kreatif seperti belajar memainkan musik calung, menari lengger, hingga membuat wayang lengger dari bahan daur ulang berupa botol plastik bekas.
“Kami ingin mengenalkan budaya Banyumas kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Selain itu, ada juga edukasi tentang pemanfaatan bahan daur ulang,” jelas Bagus.
Semangat ramah lingkungan juga diwujudkan melalui pembuatan berbagai cenderamata berbahan daur ulang, seperti gantungan kunci dari botol plastik bekas, tas, dan dompet yang dibuat dari kain perca batik Banyumas.
Lenggeran Bareng Bidik 5.000 Peserta
Salah satu agenda yang diprediksi menjadi magnet utama adalah Lenggeran Bareng yang akan digelar pada 26 Juni 2026 sore di kawasan Menara Teratai.
Panitia menargetkan sedikitnya 5.000 peserta ikut menari bersama dalam kegiatan tersebut. Jumlah peserta yang besar diharapkan menjadi salah satu indikator keberhasilan festival sekaligus memperkuat posisi Banyumas Lengger Bicara agar dapat masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 yang dikelola Kementerian Pariwisata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Beri Penghargaan untuk Maestro Seni Banyumas
Pada malam puncak acara, panitia akan memberikan penghargaan kepada dua tokoh seni Banyumas, yakni Peang Penjol dan Suliyah, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi Banyumas.
Setelah prosesi penghargaan, panggung utama akan dibuka dengan pertunjukan karya maestro lengger internasional asal Banyumas, Rianto, berjudul Sastra Jiwaga.
Sutradara Banyumas Lengger Bicara 2026, Ridwan Bungsu, mengatakan karya tersebut telah dipentaskan di berbagai negara dan menjadi salah satu representasi seni tradisional Banyumas di panggung dunia.
“Setelah itu akan dilanjutkan dengan pertunjukan kolosal ‘Senandung Tanah Makmur’ yang menampilkan kolaborasi berbagai kesenian Nusantara dalam satu panggung,” kata Ridwan.
Kolaborasi Kesenian Nusantara
Pertunjukan kolosal “Senandung Tanah Makmur” akan menjadi sajian utama festival dengan menghadirkan perpaduan beragam seni tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tari Lengger Banyumas akan dipadukan dengan Tari Ngremo dari Jawa Timur, Tari Jaipong dari Jawa Barat, serta sejumlah kesenian daerah lainnya. Sekitar 50 penari akan tampil dalam satu panggung besar dengan iringan Banyumas Orchestra, sebuah kolaborasi musik yang menggabungkan unsur orkestra modern, band, gamelan, dan calung.
Berbagai lagu daerah dari seluruh Indonesia akan dibawakan dalam format musikal yang megah dan modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Acara juga akan melibatkan sejumlah penyanyi asal Banyumas yang telah dikenal di tingkat nasional, di antaranya Dion Idol dan Susi Ngapak.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pembina Banyumas Lengger Bicara 2026, Andy F. Noya, menilai festival ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berharap event ini mampu mendatangkan potensi ekonomi bagi Banyumas melalui sektor wisata dan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa Banyumas Lengger Bicara akan ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan Kabupaten Banyumas.
Menurutnya, keberlanjutan festival sangat penting untuk menjaga eksistensi seni tradisional sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Tengah.
Dengan rangkaian kegiatan edukatif, pertunjukan kolosal, serta keterlibatan ribuan peserta, Banyumas Lengger Bicara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal yang mampu mengangkat nama Banyumas di tingkat nasional maupun internasional.