BANYUMAS, suarabanyumas.co.id – Sejumlah pegiat media sosial, kreator konten, dan penggerak komunitas digital akan mengikuti kegiatan bertajuk Muter-Muter Banyumas sebagai rangkaian Purwokerto Sosial Media Summit (PSMS) 2026, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang diprakarsai komunitas digital Banyumas tersebut mengajak peserta mengeksplorasi berbagai destinasi wisata, kuliner, hingga ruang kreatif yang tersebar di wilayah barat dan selatan Kabupaten Banyumas.
Rombongan memulai perjalanan dari Hetero Space Banyumas sejak pagi hari menuju kawasan Kecamatan Cilongok. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Telaga Kumpe, sebuah kawasan wisata alam yang menawarkan panorama perbukitan dan suasana asri yang masih alami. Lokasi tersebut menjadi ruang eksplorasi sekaligus produksi konten bagi para peserta.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Wisata Pereng, salah satu destinasi yang berkembang di wilayah Cilongok. Selain menikmati wahana dan suasana wisata, peserta juga melakukan pengamatan terhadap potensi pengembangan destinasi berbasis ekonomi kreatif dan promosi digital yang dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan.
Founder @infopurwokerto, Irfan Bahtiar, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda wisata bersama, tetapi juga upaya mengenalkan berbagai potensi Banyumas kepada publik melalui kekuatan media sosial.
“Banyumas memiliki banyak sekali potensi yang belum terekspos secara maksimal. Melalui kegiatan seperti ini, para kreator konten bisa melihat langsung, merasakan, lalu menceritakan pengalaman mereka kepada audiens yang lebih luas. Harapannya, semakin banyak destinasi dan pelaku usaha lokal yang dikenal masyarakat,” ujarnya.
Usai berkeliling di Cilongok, peserta beristirahat dan menikmati sajian kuliner khas di Warung Nyamplungan. Agenda berikutnya adalah melakukan survei sejumlah titik kopi yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri sebagai destinasi alternatif. Salah satunya berada di kawasan hutan pinus Sawangan, Ajibarang, melalui kunjungan ke Library Kopi dan Zonangopi yang dikenal sebagai hidden gem bagi para penikmat kopi dan suasana alam.
Menurut Irfan, tren wisata saat ini tidak hanya berorientasi pada destinasi utama, tetapi juga pengalaman yang autentik dan memiliki nilai cerita. Karena itu, keberadaan kedai kopi, ruang komunitas, hingga UMKM lokal menjadi bagian penting dalam ekosistem promosi daerah.
“Sekarang orang datang ke sebuah daerah bukan hanya mencari tempat wisata, tetapi juga pengalaman. Mereka ingin menemukan spot menarik, kopi yang unik, suasana yang berbeda, dan cerita yang bisa dibagikan di media sosial. Banyumas punya semua itu,” katanya.
Pada sore hari, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kota Lama Banyumas. Di lokasi tersebut peserta menggelar sesi ngopi kalcer dan networking di Kumala Coffee. Kegiatan menjadi ruang diskusi santai antar kreator, pelaku usaha, komunitas, dan penggiat media digital mengenai peluang kolaborasi dalam mendukung promosi daerah.
Kegiatan Muter-Muter Banyumas diharapkan menjadi salah satu pemantik semangat kolaborasi menjelang penyelenggaraan Purwokerto Sosial Media Summit 2026. Melalui keterlibatan para kreator konten dan komunitas digital, berbagai potensi wisata, ekonomi kreatif, serta UMKM Banyumas diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui platform digital.