PCNU Se-Karisedanan Banyumas Sepakat Gus Yahya Lanjut Dua Periode

CILACAP, suarabanyumas.co.id – Dalam pertemuan PCNU se Karisedanan Banyumas yang meliputi, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Banyumas dan Kebumen di Ponpes Miftahul Huda Kroya para pimpinan cabang NU sepakat Gus Yahya kembali melanjutkan kepemimpinan di periode kedua.

Menurut pimpinan cabang NU itu, kerja kerja Gus Yahya selama menjabat Ketua Umum PBNU sudah baik dan sayangnya ‘diganggu” oleh oknum tertentu di perjalanan. Sehingga untuk menuntaskan janji janji saat maju sebagai Ketua Umum periode pertama lalu, Gus Yahya layak diberi waktu tambahan satu periode lagi.

Katib Syuriah PCNU Cilacap Kyai Abdal Malik dalam pernyataannya tegas mendukung Gus Yahya lanjut dua periode. Mengapa harus dilanjutkan ? Menurut Kyai Abdal Malik, bahwa hal itu bukan soal ambisi Gus Yahya melainkan soal aspirasi pengurus cabang yang ingin apa apa yang sudah dilakukan Gus Yahya dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Ide dan gagasan transformasi NU yang dicanangkan Gus Yahya sudah semakin dirasakan hasilnya oleh pengurus di cabang dan warga NU. Perbaikan tata kelola, digitalisasi, kaderisasi dan pengukuran kinerja adalah empat pekerjaan dasar yang sudah dilakukan Gus Yahya wajib untuk dituntaskan,” tegas Abdal Malik dalam rilis yang diterima suarabanyumas.co.id.

Ketua PCNU Banyumas Kyai Mughni Labib juga mengatakan agar program DIGDAYA yang dicanangkan Gus Yahya dilanjutkan sampai ke level ranting (desa). “Kami di Banyumas menunggu sekali tindak lanjut DIGDAYA sampai level ranting. Bahkan kami khusus membangun digitalisasi sendiri yang nanti siap disinkronkan dengan DIGDAYA PBNU,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PCNU Kebumen Kyai Imam Satibi mengungkapan salah satu kelebihan Gus Yahya dibanding kader NU lainnya adalah soal kompetensi internasional nya. “Kami berharap Gus Yahya terus bisa mengupgrade warga NU di daerah agar semakin melek dengan situasi dan keadaan dewasa ini termasuk soal situasi global,” harapnya.

Sikap dan dukungan dari PCNU di Jawa Tengah ini jelas kontras dengan penilaian politisi di Jakarta seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid dan lainnya yang menilai Gus Yahya gagal memimpin PBNU. Ketika Gus Yahya ditanya soal itu ia menjawab bahwa seandainya ia tidak diganggu di masa masa akhir periode pertamanya ini tentu janji janjinya sudah bisa dituntaskan Desember tahun ini. Tapi karena dihalang halangi dengan fitnah dan isu isu yang mengganggu kondusifitas PBNU, semua tertunda dan membutuhkan waktu tambahan.

“Kalau saya punya hutang, sudah jatuh tempo belum bisa melunasi, maka apa yang akan sampean lakukan? ” tanya Gus Yahya kepada para pimpinan PCNU yang kemudian dijawab lantang “Lanjutkan.”