Menteri Dikdasmen Beri Bantuan Revitalisasi Sekolah di Banyumas, Tekankan Pemanfaatan Teknologi untuk Mutu Pendidikan

BANYUMAS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. ia secara resmi meresmikan sejumlah sekolah penerima program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Banyumas, dalam sebuah acara yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para kepala sekolah dan tokoh masyarakat, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program revitalisasi sekolah sebagai bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Banyumas Satewo Trilastiono beserta jajaran, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, Dandim 0701 Banyumas Letkol Inf Edward Samusir, serta Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadi.

Selain itu, turut hadir pejabat dari Kementerian Dikdasmen, di antaranya Direktur Kepala Sekolah, Pengawas dan Tenaga Kependidikan Iwan Junaiti, Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal I Ketut Made Ardana, serta perwakilan UPT Jawa Tengah seperti Darmadi dan Nukrani Turasuti.

Dalam pidatonya, Menteri Mu’ti menekankan bahwa bantuan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, termasuk penyediaan papan interaktif digital (interactive flat panel), harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran.

“Program ini adalah prioritas Bapak Presiden untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Kami berharap seluruh sarana dan prasarana yang telah diberikan dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya kejadian viral terkait penggunaan perangkat digital di sekolah yang tidak sesuai peruntukan. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi pembelajaran agar fasilitas pendidikan tidak disalahgunakan.

“Kami pernah menerima laporan penggunaan perangkat untuk hal di luar konteks pembelajaran. Ini menjadi catatan penting agar ke depan pemanfaatannya benar-benar fokus pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengungkapkan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi sekolah akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan skala yang lebih besar. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun dalam APBN 2026 untuk mendukung program tersebut.

“Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah melalui proses verifikasi dan validasi. Kami berharap sekolah-sekolah di Banyumas juga termasuk di dalamnya,” katanya.

Acara peresmian ini juga dihadiri para kepala sekolah se-Kabupaten Banyumas, khususnya penerima bantuan revitalisasi tahun 2025, serta tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan seperti Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas.

Momentum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan sekolah, demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan.