Hujan Deras Picu 21 Titik Longsor di Banyumas, BPBD: Warga Diminta Waspada Potensi Susulan

oleh Tim Redaksi

LONGSOR : Salah satu lokasi tanah longsor di wilayah Kabupaten Banyumas, Minggu (9/11/2025).

BANYUMAS – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas sejak Minggu (9/11/2025) siang mengakibatkan puluhan titik longsor di berbagai kecamatan. Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, tercatat 21 titik longsor tersebar di tujuh kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama memicu pergerakan tanah di sejumlah titik rawan. “Update terbaru yang masuk BPBD ada 21 titik lokasi longsor, tersebar di tujuh kecamatan. Kami terus melakukan pemantauan karena hujan masih turun hingga malam hari,” ujarnya, Minggu (9/11/2025) petang.

Longsor di Tujuh Kecamatan

Berdasarkan laporan lapangan, longsor terjadi di beberapa wilayah dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Kecamatan Ajibarang: Lima titik longsor di wilayah Desa Tipar Kidul menyebabkan akses jalan antardusun sempat tertutup material tanah dan batu. Warga bersama relawan segera melakukan pembersihan manual dengan alat seadanya.

IMG 20251109 204816 LONGSOR : Salah satu lokasi tanah longsor di wilayah Kabupaten Banyumas, Minggu (9/11/2025).

Kecamatan Purwokerto Selatan: Dua titik longsor dilaporkan di Kelurahan Tanjung dan Karangklesem. Material longsor sebagian menimpa pagar rumah warga dan menutup saluran air.

Kecamatan Gumelar: Longsor terjadi di Desa Paningkaban, Desa Gumelar, serta di sekitar area Puskesmas Gumelar. Di lokasi ini, sebagian tebing di belakang Puskesmas ambrol dan menimpa sebagian halaman belakang bangunan.

Kecamatan Pekuncen: Dua titik longsor berada di Desa Cibangkon, yang menyebabkan jalan desa terputus sementara dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kecamatan Lumbir: Lima titik longsor tersebar di Desa Lumbir, Parungkamal, Dermaji, dan Canduk.Di Desa Dermaji, longsor menyebabkan dinding dapur rumah warga roboh, namun tidak menimbulkan korban.

Kecamatan Kebasen: Lima titik longsor seluruhnya berada di Desa Mandirancan. Material longsor menutup sebagian jalur desa dan merusak tembok sekolah dasar.

Kecamatan Tambak: Satu titik longsor terjadi di Desa Watu Agung, menimbun jalan penghubung antar-desa, sehingga akses warga sementara dialihkan.

Menurut Dwi Irawan, tim BPBD Banyumas bersama relawan, aparat kecamatan, dan perangkat desa telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat di sejumlah lokasi. “Kami sudah melaksanakan kaji cepat dan koordinasi dengan dinas terkait. Namun, karena kondisi hujan masih turun, penanganan belum bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, prioritas utama BPBD saat ini adalah evakuasi warga di sekitar tebing rawan longsor serta membersihkan jalur utama yang tertutup material agar mobilitas warga tidak terganggu.

“Beberapa lokasi sudah kami lakukan pembersihan bersama relawan dan masyarakat setempat sejak sore hari. Kami juga memasang tanda peringatan di titik-titik yang berpotensi longsor susulan,” jelasnya.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Didata

Meski kejadian cukup meluas, Dwi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Namun, beberapa rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

“Ada rumah yang terdampak, ada pondasi tembok keliling sekolah yang jebol, serta sebagian bangunan Puskesmas yang tertimpa material longsor,” ungkapnya.

BPBD masih melakukan pendataan terkait kerugian materil yang ditimbulkan. Hingga Minggu malam, total kerugian belum bisa ditaksir karena sebagian wilayah masih sulit dijangkau akibat kondisi jalan licin dan tertutup material.

Imbauan Kewaspadaan

Dwi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang tinggal di kawasan perbukitan, bantaran sungai, dan daerah dengan kontur tanah curam. “Hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kami imbau masyarakat yang tinggal di lereng dan tebing untuk waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memaksa melintas di jalur desa atau jalan alternatif yang sudah ditutup sementara. “Kami berharap warga tidak nekat melintas sebelum kondisi benar-benar aman. Keselamatan adalah yang utama,” tambahnya.

Di beberapa lokasi seperti Desa Tipar Kidul dan Dermaji, warga mulai membersihkan material longsor dengan alat seadanya. Salah seorang warga Desa Dermaji, Sutrisno (45), mengaku tanah longsor terjadi mendadak sekitar pukul 15.30 WIB.

“Hujannya deras banget, tanah di belakang rumah tiba-tiba ambruk. Kami langsung keluar rumah karena takut tembok ikut roboh,” tuturnya.

Sutrisno bersyukur tidak ada korban dari keluarganya, namun berharap pemerintah segera membantu memperbaiki saluran air dan tembok penahan tanah. “Kalau hujan seperti ini terus, takutnya longsor lagi,” ujarnya.

Hingga malam hari, tim BPBD Banyumas masih siaga di lapangan untuk memastikan situasi aman dan terus memantau perkembangan cuaca.