BANYUMAS – Aula Balai Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, dipenuhi semangat kebersamaan pada Jumat (26/9/2025). Sebanyak 60 warga hadir dalam acara Sosialisasi Pariwisata yang digelar untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran serta dalam pembangunan pariwisata daerah.
Kegiatan ini diinisiasi untuk memantik pemerintah desa agar mampu memunculkan potensi wisata di wilayahnya. Dengan kekuatan masyarakat sebagai penggerak utama, diharapkan wisata Banyumas tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bersama.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, yang akrab disapa Gus Dukha, hadir langsung dan memberikan pemikiran mendalam. “Masyarakat adalah jiwa dari pariwisata Banyumas; tanpa keterlibatan mereka, pesona alam dan budaya hanya akan menjadi hening tanpa makna,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurutnya, pariwisata bukan sekadar menghadirkan panorama alam atau destinasi indah. Lebih dari itu, wisata adalah cerminan keramahan warganya. “Pariwisata Banyumas bukan hanya soal tempat indah, tetapi juga keramahan warganya yang menjadi wajah pertama bagi setiap tamu,” tegasnya.
Gus Dukha menekankan pentingnya menjaga budaya Banyumasan agar tetap hidup di tengah masyarakat. “Pelestarian budaya Banyumasan akan abadi bila masyarakat menjadikannya napas kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tontonan bagi wisatawan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap warga bisa berperan langsung dalam menghidupkan suasana wisata. “Setiap warga adalah pemandu, setiap rumah adalah gerbang, dan setiap senyum adalah undangan untuk kembali,” tambahnya penuh semangat.
Lebih jauh, Gus Dukha mengingatkan bahwa masyarakat memiliki banyak peran strategis dalam ekosistem pariwisata. “Masyarakat Banyumas berperan sebagai penjaga warisan, penggerak ekonomi, sekaligus penutur cerita yang membuat wisata tak sekadar perjalanan, melainkan pengalaman,” jelasnya.
Di akhir sambutan, ia menegaskan kembali bahwa keberhasilan pariwisata sejatinya bukan hanya dihitung dari angka kunjungan. “Keberhasilan pariwisata Banyumas bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari sejauh mana masyarakat ikut merasakan manfaat dan menjaga kelestariannya,” tutup Gus Dukha.