BANYUMAS – Upaya menindaklanjuti bantuan becak listrik gratis dari Presiden Prabowo Subianto terus dikebut oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Untuk wilayah Banyumas, pelatihan operator dan penerima manfaat digelar di dua titik, yakni Eks Gedung DPRD Banyumas dan Kaliori, Kalibagor. Agenda ini dihadiri para penerima becak listrik serta sejumlah legislator, di antaranya Shinta Laila (DPRD Jateng), Yuningsih, dan Bobby (DPRD Banyumas).
Sebagai PIC (person in charge) yang ditunjuk GSN untuk wilayah Banyumas, Rachmat Imanda menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahap lanjutan sebelum becak listrik diserahkan sepenuhnya kepada penerima. Pelatihan mencakup pemahaman teknis, perawatan, serta tata cara penggunaan yang aman dan efisien. “Kami ingin memastikan para penerima benar-benar siap mengoperasikan becak listrik sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan,” ujarnya.
Imanda menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar program simbolik, tetapi bentuk keberpihakan negara kepada kelompok ekonomi akar rumput. Menurutnya, becak listrik dapat menjadi solusi transportasi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para pengayuh becak.
“Presiden Prabowo ingin masyarakat kecil merasakan kemajuan teknologi tanpa harus terbebani biaya. Ini bukti kehadiran negara,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta pelatihan mendapat pendampingan langsung dari tim teknis GSN. Mereka dijelaskan mengenai sistem baterai, prosedur charging, serta cara mengatasi gangguan ringan. Imanda menyebut bahwa edukasi teknis menjadi kunci agar bantuan ini tidak mangkrak atau salah digunakan.
Imanda juga mengapresiasi kehadiran para anggota DPRD yang menurutnya menunjukkan dukungan penuh terhadap kelancaran program nasional tersebut. Hadirnya para legislator dinilai memberi dorongan moral bagi para penerima manfaat.
“Kolaborasi ini penting agar program presiden sampai di tingkat kabupaten dengan tepat sasaran,” ucapnya.
Menurut Imanda, Banyumas termasuk daerah yang memiliki animo tinggi terhadap becak listrik. Banyak pengemudi becak tradisional berharap dapat beralih ke moda ramah lingkungan ini. Karena itu, proses verifikasi dan validasi penerima dilakukan dengan ketat.
“Kami ingin memastikan becak listrik ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan dan memanfaatkannya untuk bekerja,” ungkapnya.
Setelah pelatihan, GSN akan melakukan monitoring berkala untuk melihat efektivitas program di lapangan. Imanda menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar setiap bantuan dapat meningkatkan kesejahteraan penerima.
“Kami tidak ingin program besar ini selesai di penyerahan saja. Dampaknya harus nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, GSN berharap Banyumas dapat menjadi wilayah yang sukses dalam implementasi becak listrik bantuan Presiden. Imanda menutup kegiatan dengan optimisme bahwa program ini akan menjadi langkah penting menuju transportasi yang lebih bersih, modern, dan memberdayakan masyarakat lapisan bawah.