Sekjen GP Ansor Tegaskan Ansor-Banser Satu Komando: “Jangan Biarkan Kader Berjuang Sendiri”

AJIBARANG, suarabanyumas.co.id – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, H. A. Rifqi Al Mubarok, menegaskan pentingnya soliditas kader Ansor dan Banser dalam satu komando dan satu barisan. Penegasan itu disampaikan usai memimpin apel Banser di Posko Mudik PC GP Ansor Banyumas pada 16 Februari lalu.

Di hadapan ratusan kader, Gus Rifqi -sapaan akrabnya- menekankan bahwa loyalitas organisasi bukan hanya slogan, melainkan sikap nyata dalam kondisi apa pun. Ia meminta seluruh kader menjaga kekompakan dan tidak terpecah oleh isu-isu eksternal.

“Ansor dan Banser harus satu komando, satu barisan. Soliditas adalah kekuatan utama kita. Kalau ada kader yang mendapat ujian, seluruh barisan harus hadir membersamai,” tegas Gus Rifqi.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan moral dan struktural ketika ada kader yang menghadapi persoalan hukum atau tekanan publik. Menurutnya, organisasi tidak boleh membiarkan kader berjuang sendirian tanpa pendampingan.

“Jangan biarkan kader kita menghadapi masalah sendirian. Kita ini keluarga besar. Ketika satu orang diuji, yang lain wajib menguatkan,” ujarnya.

Gus Rifqi mencontohkan gelombang dukungan kepada mantan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), yang saat ini tengah berurusan dengan KPK. Ia menilai dinamika tersebut harus disikapi dengan tenang dan proporsional, serta tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Selain itu, ia juga menyinggung kasus anggota Banser, Riida, yang menjadi korban penganiayaan dan pelakunya telah ditetapkan sebagai tersangka. “Kita berdiri untuk keadilan. Jika kader kita menjadi korban, kita kawal secara hukum dan moral. Itu bentuk tanggung jawab organisasi,” pungkas Gus Rifqi, menegaskan komitmen Ansor-Banser dalam menjaga solidaritas dan marwah kader.