Santuni 100 Tukang Becak, IJTI Banyumas Dorong Transformasi Becak Listrik ke Presiden

BANYUMAS – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar acara buka puasa bersama serta pemberian bingkisan dan santunan kepada para tukang becak di wilayah Purwokerto. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang konsisten dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran jurnalis di tengah kesulitan masyarakat kecil.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono dan Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi.

Bupati Banyumas Sadewo mengapresiasi kegiatan pembagian sembako kepada tukang becak.

” Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan juga kepekaan sosial, ” ungkapnya.

Menurut Bupati Pers dan Media memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Dalam perannya, pers juga berperan dalam mengedukasi masyarakat.

Sementara itu Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya sekaligus menghimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kamtibmas.

Ia juga berpesan, meningkatnya aktivitas jelang lebaran juga meningkatkan kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan sebagai upaya mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Wakil Ketua IJTI Robbi Sofwan Amin menyampaikan bahwa aksi sosial ini telah menjadi tradisi selama empat tahun terakhir setiap bulan Ramadan. Konsistensi ini merupakan komitmen IJTI untuk terus mengawal kesejahteraan para tukang becak hingga nantinya pemerintah memberikan solusi permanen bagi peningkatan taraf hidup mereka melalui modernisasi alat transportasi yang mereka gunakan sehari-hari.

Dalam kegiatan tahun ini, IJTI berhasil menjangkau 100 tukang becak untuk mendapatkan bantuan paket sembako dan uang santunan. Meski jumlah tersebut belum mencakup seluruh populasi tukang becak di Banyumas, kehadiran 100 perwakilan ini diharapkan mampu menyuntikkan energi positif dan semangat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap nasib mereka di masa depan.

​Bantuan sembako yang diberikan dinilai sangat tepat sasaran, mengingat harga kebutuhan pokok yang saat ini tengah melambung tinggi di pasaran. Banyak tukang becak yang mengeluh sering tidak mendapatkan penumpang seharian dan hanya bisa beristirahat di atas becaknya, sehingga bantuan ini menjadi oase yang meringankan beban dapur keluarga mereka menjelang hari raya Idulfitri.

Acara ini juga menjadi simbol kolaborasi yang kuat antara jurnalis, donatur, dan jajaran pimpinan daerah. Hadir secara pribadi Bupati Banyumas dan Kapolresta Banyumas yang turut memberikan dukungan moral serta bantuan, menunjukkan sinergi yang solid dalam membantu warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Lebih dari sekadar bantuan pangan, IJTI juga aktif menyuarakan aspirasi para tukang becak terkait pentingnya pembaruan armada ke becak listrik. Kelompok pengemudi becak ini sangat mendambakan bantuan pemerintah untuk melakukan upgrade dari becak kayuh manual menjadi becak listrik agar mereka bisa kembali bersaing dengan moda transportasi modern yang lebih efisien dan nyaman bagi penumpang.

Aspirasi ini secara khusus dititipkan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang memiliki ikatan emosional kuat sebagai putra daerah asli Banyumas. Berdasarkan data di lapangan, diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 hingga 300 unit becak lagi yang perlu dikonversi menjadi becak listrik agar seluruh tukang becak di Banyumas bisa bekerja lebih produktif dan ramah lingkungan.

IJTI berharap gerakan rutin ini dapat menginspirasi organisasi profesi atau komunitas lain untuk bergerak bersama menyelesaikan persoalan sosial di sekeliling mereka. Dengan cakupan bantuan yang lebih luas bagi pengemis, anak jalanan, hingga warga miskin lainnya, diharapkan kemiskinan ekstrem di wilayah Banyumas dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan.