Prihatin dengan Situasi Bangsa Ketua 1 PP Al Irsyad : Indonesia Butuh Ilmuan dan Ulama Muda

PURWOKERTO – Kondisi kekinian bangsa Indonesia dinilai kritis, apalagi dengan maraknya pergolakan sosial di berbagai daerah yang mengkhawatirkan.

Dalam situasi tersebut Al Irsyad Al Islamiyah pada momentum Milad 111 kali ini menjadi tepat untuk meneguhkan kembali posisi dan semangat Al Irsyad yang bergerak dibidang pendidikan, dakwah dan kesejahteraan sosial.

” Al Irsyad ingin mendidik para generasi bangsa sekaligus mampu menghadapi tantangan kedepan. Menjawab tantangan tersebut maka Al Irsyad harus mampu menjawab kebutuhan Ilmuan dan Ulama Muda untuk kemajuan bangsa, ” ungkap Ketua 1 Pimpinan Pusat ( PP) Al Irsyad Prof Misri Gosran saat pembukaan Milad ke 111 di Purwokerto Jumat 5 September 2025.

Prof Misri Gosran

Menghadapi situasi kritis seperti saat ini, maka ilmuan dan ulama muda sangat dibutuhkan. Dalam pidatonya, mengutip buku yang ditulis Presiden RI Prabowo Subianto tentang Paradoks Indonesia, secara data bahwa Natural Capital Indonesia itu betada pada posisi 16 dunia.

” Ini adalah karunia bagi Bangsa Indonesia sebagai modal dasar untuk kemakmuran atau kegiatan ekonomi. Ibarat rumah tangga, natural capital atau sumberdaya alam adalah warisan. Namun dari warisan itu belum tentu kita memperoleh banyak pendapatan, ” ungkapnys.

Kemudian GDP Indonesia itu nomor 11 di dunia, namun GDP tersebut juga harus dibagi dengan jumlah penduduk yang cukup besar yakni nomor 5 di dunia.

Data World Economic Forum bahwa suatu bangsa tidak bisa mengandalkan sumberdaya alam semata. ” Jika kita hanya menjual sumberdaya alam atau bahan tambang, tentu akan makin berkurang, ” terangnya.

Kemajuan bangsa butuh sustain, saat ini Economic Complex Index di Indonesia berada pada urutan 64 dunia.

Untuk itu bangsa Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan sumberdaya alam saja. Namun butuh peningkatan sumberdaya manusia, dimana kita bisa melakukan added value di berbagai bidang.

Dari itu Al Irsyad harus mampu menjawab tantangan tersebut, yakni melahirkan ilmuan dan ulama muda.

Para ulama nantinya akan membangun ahlak dari para generasi mudia yang diperkuat dengan fondasi akidah.

Lebih lanjut ia juga menekankan bahwa lulusan Al Irsyad juga mampu menghadapi tantangan baik didalam maupun di luar negeri. Bahwa setiap lukusan Al irsyad juga terdepan dalam menunjukkan keteladanan cerdas pandai dan berahlak.

Sementara itu Fahmi Abdulkarim Altway, S.T selalu Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto mengungkapkan, bahwa Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto akan terus meningkat kapasitas termasuk penguatan kurikulum.

Hal itu dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang makin komplek.

Pihaknya bersyukur bahwa Milad ke 111 dapat berjalan lancar dan sukses atas dukungan seluruh keluarga besar Al Irsyad dan berbagai pihak terkait.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Joko Wiyono dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto.

Bahwa hadirnya Al Irsyad hari ini juga tidak lepas dari perjuangan para tokoh pendahulu. Dimana para pendiri Al Irsyad di Indonesia juga turut membero sumbangsih yang besar, baik pada era perjuangan melawan kolonial hingga saat ini.

Para tokoh tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan bangsa melalui pendidikan, dakwah dan kesejahteraan.

” Kami yakin bahwa lulusan Al Irsyad pasti memiliki cita rasa nusantara yang kuat, adaptif berkemajuan dan menjunjung tingi nilai nilai akhlak, ” pungkasnya.