Petir Menyambar Gubug di Tengah Sawah, Lima Petani Tersengat di Gandatapa, Satu Meninggal Dunia

oleh Tim Redaksi

BANYUMAS — Hujan deras yang mengguyur area persawahan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/2/2026) sore, berubah menjadi petaka. Lima petani yang tengah berteduh di sebuah gubug di tengah sawah tersambar petir. Satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara empat lainnya mengalami luka akibat sengatan listrik.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di lahan milik Gianto, tepat di sebelah utara kompleks pertokoan Gandatapa Utara. Saat hujan disertai kilat mulai turun, kelima korban yang sedang bekerja di kebun memilih menghentikan aktivitas dan berlindung di gubug sederhana. Namun, sambaran petir justru mengenai tempat mereka berteduh.

Seorang warga setempat, Tika, mengatakan detik-detik kejadian berlangsung sangat cepat. “Karena hujan, mereka memutuskan berteduh. Tapi saat itu juga petir menyambar gubug tempat mereka berlindung. Semua langsung terkapar,” ujarnya kepada Pikiran Rakyat Jateng.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Tutur, warga Dusun Dakom, Desa Gandatapa. Empat korban lainnya yakni Riswanto (warga Lumbayu), Sulam (warga Sirapan), Kartum (warga Ceheng), dan Roni (warga Wonogiri). Keempatnya mengalami luka dan segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sumbang II bergerak cepat ke lokasi guna melakukan evakuasi, penanganan awal, serta pendataan korban. Hingga petang, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif.

Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Warga diminta menghindari aktivitas di area terbuka seperti persawahan, kebun, atau lapangan saat hujan disertai petir, serta mencari tempat berlindung yang lebih aman dan jauh dari benda logam atau bangunan terbuka guna mencegah kejadian serupa terulang.