Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026

CILACAP – Menjelang arus mudik pada bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 2026, Pertamina Kipang Cilacap memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman. Komitmen itu dijaga melalui operasional penuh Kilang Cilacap yang berproduksi tanpa henti selama 24 jam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Agustiawan, mengatakan pihaknya mengoptimalkan produksi BBM berkualitas tinggi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

“Dalam masa Ramadan dan Idul Fitri ini, kami berkomitmen memproduksi BBM berkualitas tinggi dengan kapasitas kilang secara maksimal. Harapannya kami mampu menyediakan BBM pada saat masyarakat sangat membutuhkannya, terutama untuk aktivitas mudik,” ujar Agustiawan.

Ia menjelaskan, selama periode tersebut mobilitas masyarakat meningkat signifikan, terutama pada sektor transportasi darat, laut, maupun udara. Kondisi ini membuat kebutuhan BBM ikut melonjak.

Karena itu, kata dia, operasional kilang di Cilacap terus dijalankan secara penuh untuk menjaga keandalan pasokan energi.

“Kilang kami beroperasi 24 jam nonstop untuk menghasilkan produk-produk BBM berkualitas. Ini bagian dari upaya memberikan kenyamanan sekaligus menjamin keandalan ketersediaan energi bagi masyarakat,” katanya.

Kapasitas Produksi Capai 348 Ribu Barrel per Hari

Agustiawan menjelaskan, Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang terbesar yang Saat ini kapasitas produksinya mencapai sekitar 348.000 barrel per hari.

Dengan kapasitas tersebut, Kilang Cilacap berperan strategis dalam menyuplai kebutuhan energi di berbagai wilayah Indonesia.

“Produksi kilang kami mampu menopang kebutuhan BBM untuk wilayah Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara,” jelasnya.

Bahkan secara nasional, produksi dari Kilang Cilacap mampu menyumbang sekitar 33 persen dari total kebutuhan BBM nasional.

Gejolak Global Belum Berdampak Signifikan

Terkait dinamika geopolitik dan fluktuasi energi global, Agustiawan menyebut hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional kilang.

“Kondisi global memang terus kami pantau, namun sampai sejauh ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap operasional kilang. Kilang Cilacap masih beroperasi normal dengan kapasitas maksimal,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mencermati potensi gangguan pada rantai pasok minyak mentah impor yang menjadi bahan baku produksi kilang.

“Ke depan tentu akan kami lihat apakah suplai minyak mentah impor akan terpengaruh. Jika itu terjadi, tentu bisa berdampak pada kapasitas produksi. Namun saat ini operasional masih berjalan normal,” tambahnya.

Imbau Masyarakat Tidak Panik

Agustiawan juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama Ramadan dan Idul Fitri.

Ia memastikan stok BBM dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami pastikan stok BBM masih sangat aman. Masyarakat tidak perlu panik. Sampai kurang lebih satu bulan ke depan, ketersediaan BBM masih cukup untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas pasokan energi menjadi prioritas utama bagi Pertamina agar aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran dapat berjalan lancar.

“Kami berharap kondisi global tetap stabil sehingga suplai energi ke masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Dengan kesiapan produksi dari Kilang Pertamina RU IV Cilacap yang beroperasi penuh, Pertamina optimistis kebutuhan energi selama musim mudik Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.