Pernikahan Unik Konsep Sidang Pengadilan di Purwokerto, Prosesi Ijab Kabul Bak Ruang Sidang Resmi

PURWOKERTO – Sebuah pernikahan dengan konsep tak biasa digelar di Purwokerto, Sabtu (14/2/2026). Mengusung tema layaknya persidangan di ruang pengadilan, prosesi sakral pasangan pengantin ini sukses mencuri perhatian para tamu undangan dan viral di media sosial karena konsepnya yang unik.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana berbeda tampak di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto. Jika biasanya pesta pernikahan digelar dengan konsep adat atau modern elegan, kali ini seluruh rangkaian acara, mulai dari penyambutan tamu hingga prosesi ijab kabul, dikemas menyerupai persidangan resmi di ruang pengadilan.

Dekorasi ruangan ditata layaknya ruang sidang, lengkap dengan meja hakim, palu sidang, serta susunan kursi formal. Bahkan terdapat penanda bertuliskan “Hakim Ketua” berlatar hijau di meja utama, semakin menguatkan atmosfer persidangan dalam prosesi pernikahan tersebut.

Terinspirasi Latar Belakang Keluarga Advokat

Konsep “sidang terbuka” dipilih karena mempelai wanita merupakan putri dari seorang advokat kondang di wilayah Kabupaten Banyumas. Nuansa ruang sidang dihadirkan secara detail sebagai representasi profesi dan nilai keluarga yang menjunjung tinggi keadilan serta tanggung jawab.

Pasangan pengantin Oryz Amaldha bin Supardan dan Farashdhizkha Citra Luthfiani binti Djoko Susanto sepakat mengusung konsep ini sebagai simbol komitmen besar dalam membangun rumah tangga.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, mulai dari masuknya kedua mempelai, pembacaan “putusan”, hingga prosesi ijab kabul yang dikemas dalam alur menyerupai persidangan resmi, namun tetap menjaga adab dan kesakralan pernikahan.

Djoko Susanto selaku orang tua mempelai wanita sekaligus penggagas konsep menyampaikan bahwa ide tersebut dihadirkan tanpa mengurangi nilai religius.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi tetap sakral. Konsep sidang terbuka ini menjadi simbol bahwa pernikahan adalah keputusan besar yang disepakati bersama dan disaksikan banyak pihak,” ujarnya.

Tetap Khidmat dan Penuh Haru

Tak hanya unik, konsep ini juga melibatkan berbagai pihak dalam persiapannya, mulai dari keluarga besar, rekan sejawat, tokoh masyarakat, hingga kalangan mahasiswa yang turut hadir menyaksikan momen sakral tersebut.

Prosesi ijab kabul berlangsung khidmat. Lafaz akad diucapkan dengan lancar dan disambut haru serta doa dari para tamu undangan. Meski dikemas kreatif, nilai religius dan kesakralan tetap menjadi inti utama acara.

Salah satu tamu undangan, Catur Dermawan, mengapresiasi konsep tersebut.

“Konsep sidang terbuka ini memberi pengalaman unik tanpa mengurangi kesakralan momen pernikahan. Keterlibatan orang tua sebagai wali menjadi nilai istimewa yang menambah makna acara,” katanya.

Jadi Inspirasi Konsep Pernikahan Unik di Purwokerto

Konsep pernikahan bertema persidangan ini menuai banyak apresiasi dari para tamu. Selain menghadirkan pengalaman berbeda, acara tersebut dinilai mampu memadukan unsur profesionalitas dengan kebahagiaan keluarga.

Dengan persiapan matang dan konsep yang unik, pernikahan ini menjadi salah satu momen tak terlupakan di Purwokerto. Kreativitas yang dihadirkan membuktikan bahwa kemasan berbeda tetap dapat berjalan selaras dengan kesakralan sebuah ikatan suci.