PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id – Setelah sempat vakum selama dua bulan, aktivitas pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas kembali digerakkan mulai awal Maret 2026. Sebanyak 34 pendamping resmi melakukan lapor diri dan mengikuti rapat kesiapan di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Senin (2/3).
Jumlah tersebut terdiri dari dua Project Manager Officer (PMO) dan 32 Business Assistant (BA). Para BA akan mendampingi 331 pengurus KDKMP yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Banyumas. Mereka merupakan hasil rekrutmen Kementerian Koperasi RI dan dijadwalkan bertugas selama tiga bulan, mulai Maret hingga Mei 2026.
Kepala Bidang Koperasi DKUKMP Banyumas, R Alfian Hari Antono, mengatakan para pendamping telah mengikuti rapat koordinasi awal sebelum turun ke lapangan. “Para pendamping, PMO dan BA, sudah melakukan lapor diri dan rapat koordinasi. Selanjutnya melakukan pendampingan di masing-masing Koperasi Merah Putih. Agenda mendesak adalah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan laporan pajak koperasi sebagai badan usaha,” ujarnya usai rapat.
Mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) BA Nomor 1 Tahun 2026, peran BA pada periode awal tahun ini difokuskan untuk mengawal transisi KDKMP dari tahap pembentukan menuju fase operasional dan pengembangan usaha. Targetnya, koperasi mampu tumbuh produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pada periode Oktober–Desember 2025, pendampingan telah dilakukan dengan penekanan pada penguatan kelembagaan dan tata kelola, penyusunan rencana bisnis, hingga kesiapan pembangunan gedung atau gerai KDKMP. Tahap lanjutan ini menjadi krusial karena menyentuh aspek operasional nyata koperasi di lapangan.
“Kami mengucapkan selamat bertugas untuk para BA dan bisa segera melakukan koordinasi dengan pengurus,” katanya. Saat ini, DKUKMP tengah merampungkan surat penempatan BA dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak tempuh agar pendampingan berjalan efektif.
Di sisi lain, perkembangan infrastruktur KDKMP di Banyumas juga terus bergerak. Hingga kini tercatat 155 gedung atau gerai KDKMP dalam proses pembangunan. Pembangunan tersebut ditangani oleh unsur TNI bersama PT Agrinas Pangan Nusantara (APN). Sementara itu, sebanyak 178 desa dan kelurahan lainnya belum memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan serta biaya pengurugan.
Dengan dimulainya kembali pendampingan ini, pemerintah daerah berharap Koperasi Merah Putih tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa yang profesional dan berdaya saing.