BANYUMAS – Petugas loka wisata Baturraden Banyumas langsung melakukan pembersihan area yang terdampak usai banjir bandang yang membawa lumpur dan pasir pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari.
Sedikitnya 25 orang dikerahkan untuk melakukan pembersihan kawasan. Pembersihan tersebut dipimpin langsung oleh kordinator objek wisata Baturraden Agus Riyanto.
Kepada awak media Riyanto mengungkapkan, fenomena banjir tersebut merupakan hal yang tidak biasa. Sebab selama 36 tahun bekerja di loka wisata Baturraden ia baru mengalami banjir tersebut.

” Sebelumnya tidak pernah terjadi, tapi kali ini banjir cukup besar, ” ungkapnya.
Meski demikian, tidak ada kerusakan berarti, hanya beberapa gerobak pedagang yang betada di dekat curug yang terdampak langsung.
Sisa banjir tersebut juga meninggalkan sedimen pasir hitam. Akibat banjir tersebut kolam ikan yang berada di kawasan aliran sungai juga terdampak.
Kerusakan lain yakni paralon air mancur ikonik setingi 25 meter. Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan paralon sepanjang kurang lebih 200 meter.
Lokawisata tetap buka seperti biasa
Meski sungai di kawasan objek wisata terdampak banjir, namun operasional wisata tetap buka. Pengunjung hanya dilarang melintas melalui jembatan bawah. Karena kondisi air saat ini masih keruh dan licin.
Biasanya pengunjung dapat menikmati air jernih nan dingin dan menikmati curug. Namun kini pengunjung masih bisa menikmati pemandangan alam, taman bunga dan lainya.
Lokawisata Baturraden juga masih menjadi ikon wisata andalan. Namun dengan makin banyaknya objek wisata di sekitarnya, jumlah pengunjung saat ini terkoreksi sekitar 30 persen.
Pada libur nataru kemarin, tercatat 30 ribu pengunjung selama sepuluh hari. Pada libur idul fitri mendatang pengunjung ditarget mencapai 34 ribu orang. Sedangkan kunjungan selama satu tahun ditarget 800 ribu pengunjung.